Kenaikan BBM Dinilai Berdampak ke Pertumbuhan Ekonomi
Mahmuda attar hussein
Ahad, 04 September 2022 - 18:00 WIB
Ilustrasi kenaikan BBM. (Foto: Istimewa).
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Sebab kondisi masyarakat saat ini masih dalam pemulihan akibat pandemi Covid-19.
Ekonom Universitas Brawijaya, Nugroho Suryo Bintoro mengatakan, salah satu hal yang perlu diantisipasi bahwa kenaikan BBM bisa menghambat konsumsi masyarakat.
"Untuk masalah yang harus diantisipasi adalah terkait target pertumbuhan ekonomi. Saat ini, kita masih dalam kondisi pemulihan (akibat Covid-19)," kata Nugroho seperti dilansir Antaranews, Ahad (4/9/2022).
Nugroho menjelaskan, pengguna BBM subsidi jenis pertalite, solar dan non-subsidi pertamax, saat ini mayoritas merupakan masyarakat kelas menengah dan juga masyarakat menengah ke bawah.
Baca Juga: Komisi IX DPR Kritik Keputusan Pemerintah Naikkan Harga BBM
"Masyarakat ekonomi kelas menengah yang menahan konsumsi itu yang perlu diwaspadai. Karena ini bukan lagi konsumsi makanan, tapi kita bicara sektor sekunder dan tersier yang memiliki banyak nilai tambah," katanya.
Dia juga menambahkan, salah satu sektor yang akan terganggu akibat kenaikan harga BBM tersebut antara lain adalah pada penjualan kendaraan bermotor bekas.
Ekonom Universitas Brawijaya, Nugroho Suryo Bintoro mengatakan, salah satu hal yang perlu diantisipasi bahwa kenaikan BBM bisa menghambat konsumsi masyarakat.
"Untuk masalah yang harus diantisipasi adalah terkait target pertumbuhan ekonomi. Saat ini, kita masih dalam kondisi pemulihan (akibat Covid-19)," kata Nugroho seperti dilansir Antaranews, Ahad (4/9/2022).
Nugroho menjelaskan, pengguna BBM subsidi jenis pertalite, solar dan non-subsidi pertamax, saat ini mayoritas merupakan masyarakat kelas menengah dan juga masyarakat menengah ke bawah.
Baca Juga: Komisi IX DPR Kritik Keputusan Pemerintah Naikkan Harga BBM
"Masyarakat ekonomi kelas menengah yang menahan konsumsi itu yang perlu diwaspadai. Karena ini bukan lagi konsumsi makanan, tapi kita bicara sektor sekunder dan tersier yang memiliki banyak nilai tambah," katanya.
Dia juga menambahkan, salah satu sektor yang akan terganggu akibat kenaikan harga BBM tersebut antara lain adalah pada penjualan kendaraan bermotor bekas.