Asal Muasal BBM dalam Al Quran
Fajar adhitya
Senin, 05 September 2022 - 04:15 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Bahan bakar minyak (BBM) solar, bensin, biodiesel seperti yang digunakan masyarakat dewasa ini berasal dari minyak bumi. Minyak bumi sebagian besar digunakan untuk memproduksi bensin dan minyak bakar, keduanya merupakan sumber "energi primer" utama.
Minyak bumi yang ditambang manusia merupakan karunia Allah yang disertakan dalam penciptaan alam semesta. Hal tersebut sebagaimana firman-Nya dalam Surat Sad ayat 27:
وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَٰطِلًا
Artinya: “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah.”
Berdasar sumbernya, BBM termasuk bahan bakar fosil dan salah satu sumber daya tak terbarukan. Minyak bumi terbentuk dari proses alami berupa percampuran dari senyawa hidrokarbon yang berasal dari senyawa organik dengan unsur lain (mineral) dalam tekanan dan suhu yang tinggi.
Baca juga:Tafsir Ali Imran Ayat 134: Sedekah dalam Kondisi Lapang dan Sempit
Senyawa organik ini berasal dari pembusukan (dekomposisi) jasad renik binatang-binatang dan tumbuhan yang mati dan terkubur di dasar laut jutaan yang lalu. Kemudian mengalami proses penguraian serta pencampuran dengan pasir dan lumpur pada suhu dan tekanan yang tinggi.
Minyak bumi yang ditambang manusia merupakan karunia Allah yang disertakan dalam penciptaan alam semesta. Hal tersebut sebagaimana firman-Nya dalam Surat Sad ayat 27:
وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَٰطِلًا
Artinya: “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah.”
Berdasar sumbernya, BBM termasuk bahan bakar fosil dan salah satu sumber daya tak terbarukan. Minyak bumi terbentuk dari proses alami berupa percampuran dari senyawa hidrokarbon yang berasal dari senyawa organik dengan unsur lain (mineral) dalam tekanan dan suhu yang tinggi.
Baca juga:Tafsir Ali Imran Ayat 134: Sedekah dalam Kondisi Lapang dan Sempit
Senyawa organik ini berasal dari pembusukan (dekomposisi) jasad renik binatang-binatang dan tumbuhan yang mati dan terkubur di dasar laut jutaan yang lalu. Kemudian mengalami proses penguraian serta pencampuran dengan pasir dan lumpur pada suhu dan tekanan yang tinggi.