LANGIT7.ID, Jakarta - Bahan bakar minyak (
BBM) solar, bensin, biodiesel seperti yang digunakan masyarakat dewasa ini berasal dari minyak bumi. Minyak bumi sebagian besar digunakan untuk memproduksi bensin dan minyak bakar, keduanya merupakan sumber "energi primer" utama.
Minyak bumi yang ditambang manusia merupakan karunia Allah yang disertakan dalam penciptaan alam semesta. Hal tersebut sebagaimana firman-Nya dalam Surat Sad ayat 27:
وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَٰطِلًا
Artinya:
“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah.” Berdasar sumbernya, BBM termasuk bahan bakar fosil dan salah satu sumber daya tak terbarukan. Minyak bumi terbentuk dari proses alami berupa percampuran dari senyawa hidrokarbon yang berasal dari senyawa organik dengan unsur lain (mineral) dalam tekanan dan suhu yang tinggi.
Baca juga: Tafsir Ali Imran Ayat 134: Sedekah dalam Kondisi Lapang dan SempitSenyawa organik ini berasal dari pembusukan (dekomposisi) jasad renik binatang-binatang dan tumbuhan yang mati dan terkubur di dasar laut jutaan yang lalu. Kemudian mengalami proses penguraian serta pencampuran dengan pasir dan lumpur pada suhu dan tekanan yang tinggi.
Skala waktunya kadangkala melebihi 650 juta tahun. Dalam jangka waktu geologi yang lama ini material organik akan bercampur dengan lumpur, dan tertimbun di bawah lapisan sedimen yang sangat tebal dan berat.
Tekanan dan suhu yang tinggi mengubah bahan organik tersebut secara kimiawi menjadi cairan (minyak), bahan keras (batubara), dan gas. Bahan bakar yang dihasilkannya terutama mengandung bahan karbon dan hidrokarbon yang tinggi.
Dikutip
Tafsir Ilmu Kementerian Agama: Tumbuhan dalam Perspektif Al-Qur'an dan Sains, pembicaraan yang menyinggung perihal fosil dapat ditemukan pada Surat Al-Isra ayat 49–51. Surat ini membahas tema besar Hari Kebangkitan.
Q.S 17:49
وَقَالُوْٓا ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا وَّرُفَاتًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَ خَلْقًا جَدِيْدًا
Terjemah :
Mereka berkata,
“Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan kepingan-kepingan (yang berserakan), apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?”
Baca juga: Keutamaan Salat 5 Waktu Menurut Keterangan di Al QuranQ.S 17:50
۞ قُلْ كُوْنُوْا حِجَارَةً اَوْ حَدِيْدًاۙ
Terjemah :
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jadilah kamu batu atau besi, Q.S 17:51
اَوْ خَلْقًا مِّمَّا يَكْبُرُ فِيْ صُدُوْرِكُمْ ۚفَسَيَقُوْلُوْنَ مَنْ يُّعِيْدُنَاۗ قُلِ الَّذِيْ فَطَرَكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍۗ فَسَيُنْغِضُوْنَ اِلَيْكَ رُءُوْسَهُمْ وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هُوَۗ قُلْ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنَ قَرِيْبًا
Terjemah :
Atau (jadilah) makhluk lain yang tidak mungkin hidup kembali menurut pikiranmu (maka Allah akan tetap menghidupkannya kembali).” Kemudian, mereka akan bertanya, “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah, “Yang telah menciptakan kamu pertama kali.” Mereka akan menggeleng-gelengkan kepalanya kepadamu (karena takjub) dan berkata, “Kapan (kiamat) itu (akan terjadi)?” Katakanlah, “Barangkali waktunya sudah dekat,” Dalam surat lain, Surat Al-A'la ayat 4 sampai 5 disinggung bagaimana BBM berasal dari pembentukan minyak bumi:
وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ
Artinya:
“dan Yang menumbuhkan rerumputan, lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman.” Dari ayat tersebut, ada dua elemen yang teridentifikasi menyatakan dengan jelas urutan pembentukan minyak bumi. Pertama, sangat mungkin kata al-mar‘ā yang berarti padang rumput, menunjuk pada bahan organik pembentuk minyak bumi.
Al- al-mar‘ā pada ayat ke-4 ini diyakini mengacu pada substansi organik. Yakni tumbuh-tumbuhan berupa rerumputan termasuk di dalam kategori ini tumbuh-tumbuhan air seperti ganggang atau alga dan hydrilla.
Kedua, kata aĥwā yang biasa digunakan untuk menunjukkan warna hitam, hitam kehijauan, atau warna jelaga. Hal ini bisa jadi menggambarkan bagaimana bahan organik yang menumpuk di dalam tanah yang berasal dari tanaman akan membusuk dan perlahan berubah warna menjadi kehitaman.
(sof)