Ibu Positif Covid-19 Jangan Cemas, Masih Bisa Menyusui Bayi
Ajeng ritzki
Kamis, 12 Agustus 2021 - 20:23 WIB
Ibu menerapkan protokol kesehatan saat menyusi bayinya Foto: Langit7.id/Istock
Kendati sedang terinfeksi Covid-19, ibu masih bisa menyusui bayinya. Tentu saja dengan melakukan protokol pencegahan penularan Covid-19.
Keterangan itu disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) ASI Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Elizabeth Yohmi
"Tetap ibu dengan suspek, ibu dengan terkonfirmasi Covid-19, ibu dengan gejala ringan, tetap (bisa) melakukan IMD (inisiasi menyusui dini), yang penting tenaga kesehatannya menggunakan alat pelindung diri (APD) Level 3,"kata Elizabeth, dalam seminar virtual dengan tema "Menyusui saat Pandemi: Dukungan untuk Ibu, Perlindungan untuk Keluarga" yang dipantau di Jakarta, Kamis (12/8).
"Ibu menggunakan masker bedah, yang penting bayinya dalam kondisi bugar," imbuhnya lagi.
Menurut dia, kegiatan ibu menyusui bayinya harus dilanjutkan dengan tindakan pencegahan infeksi Covid-19 yang diperlukan. Ibu harus memakai masker saat menyusui atau memerah ASI, lalu mencuci tangan secara efektif selama 20 detik sebelum menyusui.
Tindakan protokol pencegahan berikutnya adalah menjaga ventilasi lingkungan dan kebersihan benda yang disentuh, mencuci pakaian pada suhu 60-90 derajat Celsius dengan detergen, minum banyak cairan, diet seimbang dan tidur teratur.
Pada kondisi klinis ibu dengan sakit ringan/sedang, kemudian keluarga dan tenaga kesehatan memilih mengurangi risiko penularan namun mempertahankan kedekatan ibu dan bayi, maka pemberian ASI perah bisa menjadi opsi. Tapi tetap dengan menerapkan protokol pencegahan penularan infeksi.
Keterangan itu disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) ASI Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Elizabeth Yohmi
"Tetap ibu dengan suspek, ibu dengan terkonfirmasi Covid-19, ibu dengan gejala ringan, tetap (bisa) melakukan IMD (inisiasi menyusui dini), yang penting tenaga kesehatannya menggunakan alat pelindung diri (APD) Level 3,"kata Elizabeth, dalam seminar virtual dengan tema "Menyusui saat Pandemi: Dukungan untuk Ibu, Perlindungan untuk Keluarga" yang dipantau di Jakarta, Kamis (12/8).
"Ibu menggunakan masker bedah, yang penting bayinya dalam kondisi bugar," imbuhnya lagi.
Menurut dia, kegiatan ibu menyusui bayinya harus dilanjutkan dengan tindakan pencegahan infeksi Covid-19 yang diperlukan. Ibu harus memakai masker saat menyusui atau memerah ASI, lalu mencuci tangan secara efektif selama 20 detik sebelum menyusui.
Tindakan protokol pencegahan berikutnya adalah menjaga ventilasi lingkungan dan kebersihan benda yang disentuh, mencuci pakaian pada suhu 60-90 derajat Celsius dengan detergen, minum banyak cairan, diet seimbang dan tidur teratur.
Pada kondisi klinis ibu dengan sakit ringan/sedang, kemudian keluarga dan tenaga kesehatan memilih mengurangi risiko penularan namun mempertahankan kedekatan ibu dan bayi, maka pemberian ASI perah bisa menjadi opsi. Tapi tetap dengan menerapkan protokol pencegahan penularan infeksi.