home sosok muslim

91 Tahun Syed Naquib Al-Attas, Bangun Kerangka Berpikir Islami Hadapi Modernisasi

Selasa, 06 September 2022 - 15:20 WIB
Tan Sri Professor Dr Syed Muhammad Naquib al-Attas (foto: istimewa)
Salah satu ulama dan cendekiawan muslim yang berpengaruh di abad 21 adalah Syed Naquib Al-Attas. Zuriah Rasulullah yang bernama lengkap Prof. Dr. Syed Muhammad al Naquib bin Ali bin Abdullah bin Muhsin al Attas, lahir di Bogor tepat 91 tahun lalu pada 5 September 1931.

Al-Attas mendirikan International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) di Malaysia pada 1987 dan melahirkan banyak pemikir dan cendekiawan muslim terkemuka dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Bagi murid-muridnya, Al-Attas adalah Al-Ghazali di era modern. Al-Ghazali menyaring derasnya arus filsafat Yunani ke dunia Islam dengan menghidupkan ilmu agama dan membangkitkan lesunya kondisi umat Islam. Sementara Al-Attas berperan besar membangun kerangka berpikir Islami untuk membendung pemikiran barat dalam ilmu pengetahuan modern.

Baca Juga:Ketika Imam Al-Ghazali Meruntuhkan Filsafat Aristoteles

Ketua Yayasan Bentala Tamaddun Nusantara, Ustadz Anton Ismunanto, mengungkapkan, Al-Attas adalah satu dari sedikit pemikir muslim yang menjawab berbagai persoalan yang dihasilkan modernisasi secara luas dalam konteks filsafat dan ilmu pengetahuan.

Al-Attas berhasil mengangkat kembali khazanah Islam tradisional menjadi kerangka keilmuan yang kokoh yang mampu menjawab tantangan modernisasi. Al-Attas mengisi kekosongan dari kalangan tradisional yang tidak cukup mampu menggunakan potensinya menjawab kemodernan tersebut.

"Nah, Prof Al-Attas bisa dibilang satu dari sedikit sekali pemikir yang mampu melakukannya. Tidak hanya melakukannya, tapi punya kerangka yang jelas yang mengagumkan. Memang, sebagian orang tidak segan untuk mengatakan bahwa Prof Al-Attas itu seorang pembaharu di bidang kajian kalam, teologi atau falsafah Islam," ujar Anton kepada LANGIT7.ID, Senin (5/9/2022).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
jejak ulama modernisasi syed naquib al-attas filsafat
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya