Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 08 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Ketika Imam Al-Ghazali Meruntuhkan Filsafat Aristoteles

Muhajirin Sabtu, 28 Mei 2022 - 18:41 WIB
Ketika Imam Al-Ghazali Meruntuhkan Filsafat Aristoteles
Ilustrasi (foto: istimewa)
LANGIT7.ID - Imam Al-Ghazali dikenal sebagai salah satu Imam yang menguasai filsafat dan mengkritik paham filsafat yang tak sesuai Al-Qur'an dan Sunnah. Kehebatan Al-Ghazali dalam filsafat ialah berhasil mematahkan filsuf terkenal dari barat, Aristoteles.

Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Ats-Tsaqafah, KH Said Aqil Siradj, menuturkan bahwa sebelum Al-Ghazali mengkritik pemahaman para filsuf yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah, Al-Ghazali sudah menulis kitab Maqashidul Falasifah. Buku tersebut menjelaskan tentang maksud-maksud atau pemahaman para filsuf.

Setelah itu, Al-Ghazali menulis Tahaafut Al Falasifah (keruntuhan filsafat). Dalam kitab ini, Al-Ghazali menyebut ada 16 poin pemahaman filsuf yang termasuk bid'ah. Lalu, 3 poin masuk ke dalam jurang kekufuran.

Baca Juga: Cara Aplikatif Agar Filsafat tak Bertentangan dengan Agama

Ketiga hal itu yaitu pendapat filsuf bahwa alam itu azali atau qadim (eternal in the past). Ia juga meluruskan pendapat filsuf bahwa Tuhan tidak mengetahui hal-hal partikular (juz'iyyat), dan paham filsuf yang mengingkari ada kebangkitan tubuh di hari akhirat.

"Imam Al-Ghazali menyebutkan para filsuf yang salah itu kufur, karena jelas sekali bertentangan dengan nash Al-Qur'an," kata KH Said Aqil Siradj dikutip kanal NU Channel, Jumat (27/5/2022).

KH Said Aqil Siradj menjelaskan, tujuan Al-Ghazali hanya satu, yakni menghancurkan pengaruh Aristoteles. Dia menyebut Aristoteles selalu berpikir sebab akibat. Segala yang ada pasti berkaitan dengan hukum sebab-akibat.

"Aristoteles sangat dikagumi para filsuf, baik intelektual muslim maupun lainnya. Maka, tujuan Al-Ghazali adalah menghancurkan wibawa Aristoteles. Tapi sebenarnya, Al-Ghazali tidak anti-filsafat, asal filsafat itu masih mengakui adanya Allah," kata KH Said Aqil Siradj.

Baca Juga: Guru Besar Sastra Inggris: Tanpa Islam, Tak Akan Ada Shakespeare

Misalkan, Al-Ghazali tidak membantah filsafat Neoplatonisme atau Platinus. Aliran ini mengatakan, Tuhan itu mutlak berbeda dengan alam. Dengan demikian, sebenarnya Al-Ghazali tidak menolak keseluruhan sistem filsafat. Dia hanya menolak yang bertentangan dengan aqidah Islam.

"Puncaknya, Imam Al-Ghazali menulis Kitab Ihya Ulumuddin. Di separuh awal, Al-Ghazali menulis tentang syariat, separuh akhir dibagi dua, yakni tentang apa saja yang bisa menghancurkan manusia dan apa-apa menyelamatkan manusia," kata KH Said Aqil Siradj.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 08 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)