Komisi VIII DPR Apresiasi Ketegasan Gontor Tangani Dugaan Penganiayaan Santri
Fajar adhitya
Rabu, 07 September 2022 - 16:05 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI, Luqman Hakim. (Foto: DPR RI)
Anggota Komisi VIII DPR RI, Luqman Hakim mengapresiasi Pondok Modern Darussalam Gontordalam merespons cepat dugaan penganiayaan santri. Langkah Gontor menindak tegas santri terduga pelaku penganiayaan dinilai sudah tepat.
"Permohonan maaf yang disampaikan Pondok Pesantren Modern Gontor secara terbuka kepada keluarga korban dan masyarakat, menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Modern Gontor memiliki tekad kuat agar mencegah terulangnya kasus serupa," kata Luqman, Rabu (7/9/2022).
Baca Juga:Ketum PBNU Dukung Gontor Atasi Kasus Kematian Santri AM
Alumni Pondok Pesantren Edi Mancoro, Semarang itu mendorong masyarakat memperkuat kepedulian dan dukungan kepada pondok pesantren di seluruh Indonesia. Dukungan kuat dari masyarakat akan berdampak positif bagi proses pendidikan di pondok pesantren.
Menurutnya, penting bagi masyarakat menempatkan kembali pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis keswadayaan masyarakat. Sehingga, pondok pesantren akan menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem kemandirian pendidikan.
Baca Juga:Polres Ponorogo di Gontor: Penyebab Kematian akan Disampaikan Saksi Ahli
"Interaksi sosial yang kohesif di dalam ekosistem pendidikan pesantren ini. Manfaatnya adalah akan menjadi sistem dan kultur yang membentengi kemungkinan terjadinya tindak pidana kekerasan dan pelanggaran norma sosial, agama dan negara di dalam pondok pesantren," ujar Luqman yang juga Ketua Pengurus Pusat GP Ansor itu.
"Permohonan maaf yang disampaikan Pondok Pesantren Modern Gontor secara terbuka kepada keluarga korban dan masyarakat, menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Modern Gontor memiliki tekad kuat agar mencegah terulangnya kasus serupa," kata Luqman, Rabu (7/9/2022).
Baca Juga:Ketum PBNU Dukung Gontor Atasi Kasus Kematian Santri AM
Alumni Pondok Pesantren Edi Mancoro, Semarang itu mendorong masyarakat memperkuat kepedulian dan dukungan kepada pondok pesantren di seluruh Indonesia. Dukungan kuat dari masyarakat akan berdampak positif bagi proses pendidikan di pondok pesantren.
Menurutnya, penting bagi masyarakat menempatkan kembali pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis keswadayaan masyarakat. Sehingga, pondok pesantren akan menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem kemandirian pendidikan.
Baca Juga:Polres Ponorogo di Gontor: Penyebab Kematian akan Disampaikan Saksi Ahli
"Interaksi sosial yang kohesif di dalam ekosistem pendidikan pesantren ini. Manfaatnya adalah akan menjadi sistem dan kultur yang membentengi kemungkinan terjadinya tindak pidana kekerasan dan pelanggaran norma sosial, agama dan negara di dalam pondok pesantren," ujar Luqman yang juga Ketua Pengurus Pusat GP Ansor itu.