Kasus Wafatnya Santri AM jadi Momentum Perbaikan Gontor
Garry Talentedo Kesawa
Ahad, 11 September 2022 - 04:05 WIB
Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). (Foto: Instagram/@pondok.modern.gontor)
Kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan salah satu santri Pondok Pesantren Gontor Ananda AM, mendapat sorotan dari banyak pihak tak terkecuali Ahmad Fuadi. Lulusan Gontor tahun 1992 itu menyatakan duka mendalam atas kehilangan AM.
Fuadi mengatakan musibah ini menjadi pelajaran berat untuk ponpes Gontor. Terlebih, para Kiai selama ini mengharamkan kekerasan di pondok dan akan mengusir siapa saja yang melanggar.
Baca Juga:Alumni Gontor: Keluarga AM Wajib Dibantu Mendapat Keadilan
"Gontor menerima musibah ini sebagai pelajaran berat dan memprosesnya sedemikian rupa menjadi hikmah. Mendengar semua masukan, kritik, bahkan hujatan agar musibah ini menjadi yang terakhir kali," kata Fuadi dikutip dari akun Instagram miliknya @afuadi, Sabtu (10/9/2022).
Fuadi yang juga penulis itu menuturkan bahwasanya proses hukum harus dituntaskan sebaik-baiknya dan perbaikan sistem pengasuhan wajib dilakukan. Hal tersebut agar Gontor bebas dari kekerasan apa pun.
"Saya yakin dan berdoa sepenuh hati, Gontor mampu menjalani proses perbaikan beragam lini ini. Selama hampir 100 tahun, Gontor terus tumbuh karena dalam DNA-nya ada spirit tak lelah memperbaiki diri," ujarnya.
Baca Juga:Keluarga Komitmen Kawal Proses Hukum Wafatnya Ananda AM
Fuadi mengatakan musibah ini menjadi pelajaran berat untuk ponpes Gontor. Terlebih, para Kiai selama ini mengharamkan kekerasan di pondok dan akan mengusir siapa saja yang melanggar.
Baca Juga:Alumni Gontor: Keluarga AM Wajib Dibantu Mendapat Keadilan
"Gontor menerima musibah ini sebagai pelajaran berat dan memprosesnya sedemikian rupa menjadi hikmah. Mendengar semua masukan, kritik, bahkan hujatan agar musibah ini menjadi yang terakhir kali," kata Fuadi dikutip dari akun Instagram miliknya @afuadi, Sabtu (10/9/2022).
Fuadi yang juga penulis itu menuturkan bahwasanya proses hukum harus dituntaskan sebaik-baiknya dan perbaikan sistem pengasuhan wajib dilakukan. Hal tersebut agar Gontor bebas dari kekerasan apa pun.
"Saya yakin dan berdoa sepenuh hati, Gontor mampu menjalani proses perbaikan beragam lini ini. Selama hampir 100 tahun, Gontor terus tumbuh karena dalam DNA-nya ada spirit tak lelah memperbaiki diri," ujarnya.
Baca Juga:Keluarga Komitmen Kawal Proses Hukum Wafatnya Ananda AM