Sistem Surveilans Terintegrasi jadi Modal Hadapi Krisis Kesehatan
Hasanah syakim
Selasa, 13 September 2022 - 03:57 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin (foto: istimewa)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi G. Sadikin mengatakan, sistem surveilans terintegrasi menjadi modal suatu negara menghadapi krisis kesehatan masyarakat.
Menurutnya, Pandemi Covid-19 mengajarkan setiap negara harus siap menghadapi ancaman berbahaya, dan berdampak masif. Tidak hanya bagi kesehatan melainkan juga ekonomi, sosial, bahkan politik.
“Sangat penting bahwa setiap negara harus memiliki surveilans untuk mendeteksi, mencegah, dan merespon secara cepat terhadap masalah kesehatan masyarakat,” ujar Budi dalam keterangan persnya, Senin (12/9/2022) di Jakarta.
Baca juga:Bukan Cuma Sehat Jasmani dan Rohani, Ini Manfaat dari Olahraga
Budi menegaskan, surveilans yang terintegrasi mampu untuk mendeteksi, mencegah, dan merespons secara cepat penularan Covid-19.
Lebih lanjut, Budi menyatakan ada sejumlah strategi untuk memiliki sistem surveilans yang terintegrasi, di antaranya melalui kemampuan genome sequencing dengan kolaborasi dan komunikasi lintas negara.
Dia mengatakan, salah satunya melalui workshop yang dapat memberikan contoh bagaimana komunikasi dan kerjasama terkait surveilans harus terjalin.
Menurutnya, Pandemi Covid-19 mengajarkan setiap negara harus siap menghadapi ancaman berbahaya, dan berdampak masif. Tidak hanya bagi kesehatan melainkan juga ekonomi, sosial, bahkan politik.
“Sangat penting bahwa setiap negara harus memiliki surveilans untuk mendeteksi, mencegah, dan merespon secara cepat terhadap masalah kesehatan masyarakat,” ujar Budi dalam keterangan persnya, Senin (12/9/2022) di Jakarta.
Baca juga:Bukan Cuma Sehat Jasmani dan Rohani, Ini Manfaat dari Olahraga
Budi menegaskan, surveilans yang terintegrasi mampu untuk mendeteksi, mencegah, dan merespons secara cepat penularan Covid-19.
Lebih lanjut, Budi menyatakan ada sejumlah strategi untuk memiliki sistem surveilans yang terintegrasi, di antaranya melalui kemampuan genome sequencing dengan kolaborasi dan komunikasi lintas negara.
Dia mengatakan, salah satunya melalui workshop yang dapat memberikan contoh bagaimana komunikasi dan kerjasama terkait surveilans harus terjalin.