Kisah: Cahaya Keluarga Rasulullah Membuat Adam Takjub
Fajar adhitya
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 21:07 WIB
Ilustrasi Foto: Langit7.id/Istock
Keluarga Rasulullah sallahu alaihi wasallam, yakni Ali Al Batul, Fatimah Az Zahra dan As Syahid Hasan dan Husein adalah semulia-mulia keluarga. Nama mereka bahkan telah dikenal sejak Adam alaihissalam diciptakan.
As Samarqandi, ahlid hadits abad ke-9 dalam kitabnya, An Nail Al Hatsits fi Hikayat Al Hadits menceritakan bahwa keluarga Rasulullah juga diulas dalam kitab agama terdahulu. Ibnu Abbas berkata kepada Ka’ab Al Ahbar, seorang Rabi Yahudi, apakah ia pernah menemukan nama keluarga Nabi disebut-sebut dalam kitab-kitab terdahulu.
“Ya. Aku pernah menulis tafsir Injil dan Zabur, namun aku tak menemukan paparan tentang mereka hingga aku memasuki negeri Romawi. Aku menulis paparan tentang mereka dari seorang rahib, yang bersumber dari tafsir Suhuf Ibrahim,” jawab Ka’ab.
Ka’ab pun menerangkan, dari tafsir Suhuf Ibrahim itu dijelaskan bahwa Adam alaihissalam terkagum-kagum ketika diperlihatkan oleh Allah cahaya penciptaan Ali Karamallahu Wajhah, Fatimah Az Zahra dan As Syahid Hasan dan Husein di surga.
Ketika Adam alaihissalam dipertemukan dengan Hawa di Surga, mereka saling berpandangan satu sama lain. Ternyata cahaya pipi kanannya seperti matahari yang bersinar terang, sedangkan cahaya pipi kirinya tak ubahnya sinar purnama.
“Wahai Hawa, sepertinya Allah tidaklah menciptakan makhluk yang lebih baik dariku dan dirimu,” kata Adam kepada istrinya.
“Sepertinya begitu,” jawab Hawa.
As Samarqandi, ahlid hadits abad ke-9 dalam kitabnya, An Nail Al Hatsits fi Hikayat Al Hadits menceritakan bahwa keluarga Rasulullah juga diulas dalam kitab agama terdahulu. Ibnu Abbas berkata kepada Ka’ab Al Ahbar, seorang Rabi Yahudi, apakah ia pernah menemukan nama keluarga Nabi disebut-sebut dalam kitab-kitab terdahulu.
“Ya. Aku pernah menulis tafsir Injil dan Zabur, namun aku tak menemukan paparan tentang mereka hingga aku memasuki negeri Romawi. Aku menulis paparan tentang mereka dari seorang rahib, yang bersumber dari tafsir Suhuf Ibrahim,” jawab Ka’ab.
Ka’ab pun menerangkan, dari tafsir Suhuf Ibrahim itu dijelaskan bahwa Adam alaihissalam terkagum-kagum ketika diperlihatkan oleh Allah cahaya penciptaan Ali Karamallahu Wajhah, Fatimah Az Zahra dan As Syahid Hasan dan Husein di surga.
Ketika Adam alaihissalam dipertemukan dengan Hawa di Surga, mereka saling berpandangan satu sama lain. Ternyata cahaya pipi kanannya seperti matahari yang bersinar terang, sedangkan cahaya pipi kirinya tak ubahnya sinar purnama.
“Wahai Hawa, sepertinya Allah tidaklah menciptakan makhluk yang lebih baik dariku dan dirimu,” kata Adam kepada istrinya.
“Sepertinya begitu,” jawab Hawa.