LANGIT7.ID - Keluarga Rasulullah sallahu alaihi wasallam, yakni Ali Al Batul, Fatimah Az Zahra dan As Syahid Hasan dan Husein adalah semulia-mulia keluarga. Nama mereka bahkan telah dikenal sejak Adam alaihissalam diciptakan.
As Samarqandi, ahlid hadits abad ke-9 dalam kitabnya, An Nail Al Hatsits fi Hikayat Al Hadits menceritakan bahwa keluarga Rasulullah juga diulas dalam kitab agama terdahulu. Ibnu Abbas berkata kepada Ka’ab Al Ahbar, seorang Rabi Yahudi, apakah ia pernah menemukan nama keluarga Nabi disebut-sebut dalam kitab-kitab terdahulu.
“Ya. Aku pernah menulis tafsir Injil dan Zabur, namun aku tak menemukan paparan tentang mereka hingga aku memasuki negeri Romawi. Aku menulis paparan tentang mereka dari seorang rahib, yang bersumber dari tafsir Suhuf Ibrahim,” jawab Ka’ab.
Ka’ab pun menerangkan, dari tafsir Suhuf Ibrahim itu dijelaskan bahwa Adam alaihissalam terkagum-kagum ketika diperlihatkan oleh Allah cahaya penciptaan Ali Karamallahu Wajhah, Fatimah Az Zahra dan As Syahid Hasan dan Husein di surga.
Ketika Adam alaihissalam dipertemukan dengan Hawa di Surga, mereka saling berpandangan satu sama lain. Ternyata cahaya pipi kanannya seperti matahari yang bersinar terang, sedangkan cahaya pipi kirinya tak ubahnya sinar purnama.
“Wahai Hawa, sepertinya Allah tidaklah menciptakan makhluk yang lebih baik dariku dan dirimu,” kata Adam kepada istrinya.
“Sepertinya begitu,” jawab Hawa.
Lalu Allah SWT memerintahkan Jibril untuk membawa Adam ke Firdaus tertinggi. Sesampainya di sana, Jibril membuka pintu istana yang terbuat dari kristal merah. Di dalamnya terdapat kubah dari kamper yang ditopang tiang-tiang dari bebatuan mulia berwarna hijau.
Taman za’faron membuat sejuk kemanapun mata memandang.Tanahnya menyebarkan aroma misk yang kuat.
Jibril lantas membuka pintu kubah yang didalamnya terdapat sebuah ranjang dari emas. Tiang-tiangnya terbuat dari mutiara dan yakut. Di atas ranjang terbentang seribu kasur berbahan sutra.
Seorang perempuan sedang duduk di atasnya layaknya bintang-bintang yang berkilauan. Belum pernah Adam melihat cahaya semenawan itu, bahkan pada diri istrinya.
“Dia Fatimah binti Muhammad, ia keluar dari tulang rusukmu,” firman Allah menjawab rasa penasaran Adam.
“Wahai Allah, siapakah pasangannya?” tanya Adam kembali.
“Ali bin Abi thalib. Dialah tongkat merah yang ada di tengah-tengah surga,” jawab Allah.
Kemudian Allah memerintahkan Jibril membawa Adam ke istana lain yang terbuat dari yakut merah. Suasananya sama dengan istana dimana bersemayam cahaya Fatimah Az Zahara. Namun, di atas kasur sutra sedang duduk seorang pemuda yang ternyata adalah cahaya Ali bin Abi Thalib.
“Wahai Adam, inilah pasangannya.”
Allah kembali memerintahkan Jibril membawa Adam ke istana lain yang terbuat dari permata putih. Di dalamnya terdapat kubah dari ambar. Ranjang emas dengan seribu kasur berbahan sutra yang lagi-lagi membuat Adam takjub.
Lebih menakjubkan lagi ketika Adam melihat dua orang pemuda sedang duduk di atas kasur. Keduanya memancarkan cahaya teramat indah yang belum pernah dilihat Adam.
“Inilah kedua putra Fatimah binti Muhammad. Mereka keluar dari tulang rusukmu di akhir zaman,” kata Allah.
“Sungguh aku sangatlah bangga terhadap Ali, Fatimah, Hasan dan Husein,” kata Adam.
Selepas momen itu, Adam kembali kepada Hawa dan berkata, “Kukira Allah tidaklah menciptakan makhluk yang lebih baik dariku dan darimu. Ternyata aku melihat Ali, Fatimah, Hasan dan Husein yang lebih baik dari kita.”
(arp)