Cara Umar bin Khattab Atur Perekonomian untuk Kepentingan Umat
Mahmuda attar hussein
Rabu, 21 September 2022 - 10:00 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi untuk kepentingan umat Islam. (Foto: Istimewa).
Umar bin Khattab memiliki cara khusus dalam mengatur perekonomian untuk kepentingan umat. Dia menggunakan sistem kesejahteraan Islam yang diajarkan Nabi SAW.
KH Reza Ahmad Zahid menjelaskan, sahabat Rasul yang terkenal akan keberaniannya ini kerap kali turun ke lapangan selama dia menjadi khalifah. Hal itu dilakukannya demi mengetahui harga barang yang beredar dan menyesuaikan dengan kemampuan umat.
"Sayyidina Umar ketika melihat harga makanan pokok di Madinah, dia langsung turun ke lapangan mengondisikannya dan mencari cara agar masyarakat tetap bisa berusaha," kata dia seperti dilansir NU Online, Rabu (21/9/2022).
Baca Juga: Ketegasan Umar Bin Khattab Copot Pejabat yang Tambah Kaya Saat Menjabat
Gus Reza, sapaan akrabnya, menyebutkan Umar juga selalu memperhatikan kondisi ekonomi pasar di Madinah. Bahkan ketika terdapat harga yang tak sesuai, dia langsung menetapkan penormalan harga bahan pangan melalui model subsidi.
Dengan lantang dan tegas, putra Al-Khattab itu mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak semena-mena memainkan harga pasar, kecuali bila dia adalah orang berilmu.
“Barang siapa yang tidak memiliki ilmu dalam berdagang, tidak memiliki ilmu dalam berbisnis maka jangan sekali-kali mengendalikan harga pasar. Begitu kata Sayyidina Umar,” ujarnya.
KH Reza Ahmad Zahid menjelaskan, sahabat Rasul yang terkenal akan keberaniannya ini kerap kali turun ke lapangan selama dia menjadi khalifah. Hal itu dilakukannya demi mengetahui harga barang yang beredar dan menyesuaikan dengan kemampuan umat.
"Sayyidina Umar ketika melihat harga makanan pokok di Madinah, dia langsung turun ke lapangan mengondisikannya dan mencari cara agar masyarakat tetap bisa berusaha," kata dia seperti dilansir NU Online, Rabu (21/9/2022).
Baca Juga: Ketegasan Umar Bin Khattab Copot Pejabat yang Tambah Kaya Saat Menjabat
Gus Reza, sapaan akrabnya, menyebutkan Umar juga selalu memperhatikan kondisi ekonomi pasar di Madinah. Bahkan ketika terdapat harga yang tak sesuai, dia langsung menetapkan penormalan harga bahan pangan melalui model subsidi.
Dengan lantang dan tegas, putra Al-Khattab itu mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak semena-mena memainkan harga pasar, kecuali bila dia adalah orang berilmu.
“Barang siapa yang tidak memiliki ilmu dalam berdagang, tidak memiliki ilmu dalam berbisnis maka jangan sekali-kali mengendalikan harga pasar. Begitu kata Sayyidina Umar,” ujarnya.