LANGIT7.ID -
Umar bin Khattab dikenal sebagai pemimpin yang sangat tegas. Tidak ada toleransi sedikitpun terhadap kebatilan. Saat diangkat menjadi khalifah, dia menindak pejabat yang tak amanah tanpa pandang bulu.
Salah satu contohnya terjadi pada Abu Hurairah. Dia dicopot dari jabatan gubernur di Bahrain. Umar bin Khattab mendapat laporan bahwa Abu Hurairah RA memiliki banyak harta setelah menjabat.
Umar lalu memanggil Abu Hurairah dan menghitung hartanya. Setelah dihitung, Umar lalu menyita sebagian harta Abu Hurairah. Namun, Abu Hurairah menegaskan kepada Umar, harta yang bertambah itu bukan karena hasil korupsi.
“Saya mengamanahkanmu menjabat di Bahrain. Waktu itu engkau hanya mengenakan sepasang sandal jepit. Setelah menjabat saya mendapat laporan engkau sudah bisa membeli kuda-kuda sebesar 1.600 dinar,” kata Umar.
Baca Juga: Hati-hati! Pejabat Tak Amanah, Tidak Akan Cium Bau Surga
"Wahai Amirul Mukminin, sebelumnya kami memiliki kuda. Kemudian, kami jadikan usaha, kami kembangbiakkan. Selain itu, ada juga dari hasil pemberian orang,” kata Abu Hurairah.
“Saya sudah memberi hak gaji. Penghasilanmu, semestinya itu sudah lebih dari cukup,” tambah Umar.
“Tapi itu bukan hakmu!” Kata Abu Hurairah.
“Benar. Demi Allah, saya akan memukul punggungmu!” Kata Umar.
Kemudian, Umar berdiri dan memukul Abu Hurairah dengan cambuk sampai berdarah. “Terimalah ini!” Kata Umar. “Saya merelakannya Karena Allah!” jawab Abu Hurairah.
Baca Juga: Kisah: Umar bin Khaththab Menangis Kenang Dosa Saat Masa Jahiliyah
“Semestinya harta dan kekayaanmu dihasilkan dari usaha yang tepat dan untuk berbuat taat. Engkau datang jauh-jauh dari Bahrain tidak karena Allah, tidak pula karena kaum muslimin. Saya tidak hanya menyuruhmu pulang untuk kembali kepada ibumu, tetapi juga rakyat Al Humur!” Kata Umar.
Kisah ini ditulis Yahya bin Yazid al Hukmi Al Faifi dalam buku Sang Legenda
Umar bin Khattab.Tindakan tegas
Umar Bin Khattab yang lain. juga pernah terjadi pada Atabah bin Abi Sufyan RA. Umar mencopot Atabah dari jabatannya sebagai gubernur di Thaif. Suatu ketika, usai jabatan dicopot, Umar berpapasan dengan Atabah. Umar lalu mengintrogasinya.
Baca Juga: Reshuffle di Masa Umar bin Khattab, Dicopotnya Panglima Terbaik Demi Jaga Akidah Umat
“Dari mana engkau mendapatkan uang ini?” tanya Umar.
“Demi Allah! Harta itu bukan hakmu dan bukan pula hak kaum muslimin. Harta ini saya dapat dari hasil masa jerih payah saya selama menjabat di daerah ini (Thaif),” jawa Atabah.
Umar lalu menyanggah pernyataan Atabah, “Harta yang dihasilkan pejabat selama berkuasa, selain gaji, tidak ada jalan lain kecuali diserahkan ke Baitul Mal.”
(jqf)