Revolusi Roberto Mancini, Pelatuk Kebangkitan Timnas Italia
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 05 Juli 2021 - 17:22 WIB
Tifosi atau pendukung timnas sepak bola Italia. Foto: Langit7.id/iStock
Kiprah timnas Italia dibawah allenatore Roberto Mancini kian menunjukkan hasil yang luar biasa. Mancini berhasil menunjukkan kepada dunia Italia bisa berkembang meski hanya bermodalkan pemain muda.
Mancio, sapaan akrabnya, ditunjuk menjadi pelatih utama Gli Azzurri menggantikan Giampiero Ventura yang gagal lolos ke Piala Dunia 2018. Kendati banyak pihak yang meragukan kualitasnya, Mancio kemudian membungkam publik dengan hasil gemilang.
Berkat tangan dinginnya, Gli Azzurri tidak terkalahkan sejak September 2018 dan mengantarkan Italia masukPiala Eropa 2020. Delapan kemenangan berturut-turut pun diraih usai lolos dengan meraih 10 kemenangan dari 10 pertandingan yang tersedia.
"Tujuan awalnya adalah untuk membawa orang-orang kembali ke Nazionale, setelah mereka menjauh dari tim mereka. Kami mencoba memberikan perubahan mental. Para pemain dengan cepat menyadari jika Anda tidak kompeten," katanya kepada serial dokumenter RAI Sport Sogno Azzurro.
"Saya menemukan banyak pemain dengan karakter kuat, tidak hanya Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini, tetapi juga Jorginho dan Nicolo Barella, misalnya. Jika mereka tahu apa yang harus dilakukan, lebih mudah untuk tetap berhubungan dengan mereka," ungkapnya.
Mancini ditunjuk menjadi pelatih Gli Azzurri usai Giampiero Ventura gagal membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2018. Dia pun menjelaskan alasan mengapa dirinya menerima pekerjaan di Italia.
"Saya menerima pekerjaan itu karena hidup saya selalu menjadi tantangan. Saya juga merasakan dorongan untuk menebus fakta, bahwa terlepas dari kualitas yang saya miliki sebagai pemain, saya tidak pernah memenangkan apapun bersama Italia. Saya bermain 20 tahun di level atas, sehingga memungkinkan saya untuk menyampaikan pengalaman saya kepada para pemain," ujarnya.
Mancio, sapaan akrabnya, ditunjuk menjadi pelatih utama Gli Azzurri menggantikan Giampiero Ventura yang gagal lolos ke Piala Dunia 2018. Kendati banyak pihak yang meragukan kualitasnya, Mancio kemudian membungkam publik dengan hasil gemilang.
Berkat tangan dinginnya, Gli Azzurri tidak terkalahkan sejak September 2018 dan mengantarkan Italia masukPiala Eropa 2020. Delapan kemenangan berturut-turut pun diraih usai lolos dengan meraih 10 kemenangan dari 10 pertandingan yang tersedia.
"Tujuan awalnya adalah untuk membawa orang-orang kembali ke Nazionale, setelah mereka menjauh dari tim mereka. Kami mencoba memberikan perubahan mental. Para pemain dengan cepat menyadari jika Anda tidak kompeten," katanya kepada serial dokumenter RAI Sport Sogno Azzurro.
"Saya menemukan banyak pemain dengan karakter kuat, tidak hanya Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini, tetapi juga Jorginho dan Nicolo Barella, misalnya. Jika mereka tahu apa yang harus dilakukan, lebih mudah untuk tetap berhubungan dengan mereka," ungkapnya.
Mancini ditunjuk menjadi pelatih Gli Azzurri usai Giampiero Ventura gagal membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2018. Dia pun menjelaskan alasan mengapa dirinya menerima pekerjaan di Italia.
"Saya menerima pekerjaan itu karena hidup saya selalu menjadi tantangan. Saya juga merasakan dorongan untuk menebus fakta, bahwa terlepas dari kualitas yang saya miliki sebagai pemain, saya tidak pernah memenangkan apapun bersama Italia. Saya bermain 20 tahun di level atas, sehingga memungkinkan saya untuk menyampaikan pengalaman saya kepada para pemain," ujarnya.