Boleh atau Tidak Belajar Agama Lewat Medsos, Ini Penjelasan Gus Yusuf
Arif purniawan
Kamis, 22 September 2022 - 09:05 WIB
Gus Yusuf Chudhori (foto: tangkapan layar youtube)
Sanad keilmuan penting untuk diurutkan sumbernya. Mengetahui mata rantai ilmu akan menuntun pada sumber ilmu itu sendiri, yakni Nabi Muhammad, sebagai pembawa syariat dari Allah SWT melalui malaikat Jibril.
Hal itu disampaikan oleh pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang KH M Yusuf Chudhori.
Dikatakan bahwa Ahlu Sunnah Wal Jamaah mentradisikan sanad keilmuan antara murid dan guru. Sehingga harus bisa dipahami mendapat ilmu dari siapa dan guru itu murid siapa hingga gurunya lagi siapa.
Baca juga:Tafsir Surat Ibrahim: Awal Kemunculan Bangsa Arab dari Keturunan Ismail
“Bagaimana menjaga rantai sanad ini. Keberkahan ilmu itu sumbernya dari sini,” kata Yusuf Chudhori di kanal Gus Yusuf Channel, dikutip Kamis (22/9/2022).
Sanad adalah tempat berpijak, yang diibarakan sebagai pijakan anak tangga. Dalam ilmu hadist, silsilah matan hadis, ulama hadis, sangat tergantung dalam periwayat hadis.
“Dalam susunan tadi, Sanad yang menentukan sahih atau tidak,” ujarnya.
Hal itu disampaikan oleh pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang KH M Yusuf Chudhori.
Dikatakan bahwa Ahlu Sunnah Wal Jamaah mentradisikan sanad keilmuan antara murid dan guru. Sehingga harus bisa dipahami mendapat ilmu dari siapa dan guru itu murid siapa hingga gurunya lagi siapa.
Baca juga:Tafsir Surat Ibrahim: Awal Kemunculan Bangsa Arab dari Keturunan Ismail
“Bagaimana menjaga rantai sanad ini. Keberkahan ilmu itu sumbernya dari sini,” kata Yusuf Chudhori di kanal Gus Yusuf Channel, dikutip Kamis (22/9/2022).
Sanad adalah tempat berpijak, yang diibarakan sebagai pijakan anak tangga. Dalam ilmu hadist, silsilah matan hadis, ulama hadis, sangat tergantung dalam periwayat hadis.
“Dalam susunan tadi, Sanad yang menentukan sahih atau tidak,” ujarnya.