LANGIT7.ID, Semarang - Sanad keilmuan penting untuk diurutkan sumbernya. Mengetahui mata rantai ilmu akan menuntun pada sumber ilmu itu sendiri, yakni Nabi Muhammad, sebagai pembawa syariat dari Allah SWT melalui malaikat Jibril.
Hal itu disampaikan oleh pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang KH M Yusuf Chudhori.
Dikatakan bahwa Ahlu Sunnah Wal Jamaah mentradisikan sanad keilmuan antara murid dan guru. Sehingga harus bisa dipahami mendapat ilmu dari siapa dan guru itu murid siapa hingga gurunya lagi siapa.
Baca juga: Tafsir Surat Ibrahim: Awal Kemunculan Bangsa Arab dari Keturunan Ismail“Bagaimana menjaga rantai sanad ini. Keberkahan ilmu itu sumbernya dari sini,” kata Yusuf Chudhori di kanal Gus Yusuf Channel, dikutip Kamis (22/9/2022).
Sanad adalah tempat berpijak, yang diibarakan sebagai pijakan anak tangga. Dalam ilmu hadist, silsilah matan hadis, ulama hadis, sangat tergantung dalam periwayat hadis.
“Dalam susunan tadi, Sanad yang menentukan sahih atau tidak,” ujarnya.
Gus Yusuf mencontohkan, ketika dapat hadist dari si A. Maka perlu dikulik. Track record jelas sebab, ini menentukan matan dari hadist. "Itu bisa menentukan sahih dan tidaknya hadis. Dalam soal ijazah (amalan) juga begitu. Sanad diperlukan untuk menentukan sebuah ilmu. sebuah informasi khususnya tentang agama," terangnya.
Soal sanad ilmu khususnya tentang hadist, Rasulullah SAW sangat tegas terhadap hal ini.
Nabi Muhammad bersabda ”Sesungguhnya, berdusta atas namaku, (tidak sama dengan berdusta atas nama orang lain) Kalau itu tidak benar, silahkan kamu bertempat di kursi yang sudah disediakan di neraka jahannam,”
.
Menurut Gus Yusuf, ini sangat bahaya. Riwayat sanad dan sambungan ini harus dijaga. Apalagi membawa nama Muhammad SAW. Sebab, jika bicara agama apalagi soal Islam maka pasti membawa nama nabi. Karena pembawa syariat itu nabi.
“Berbohong atas nama agama, itu sama saja berbohong atas nama Rasulullah,” terangnya.
Mengutip kalimat Syekh Ibnu Mubarok, sanad adalah bagian dari agama. Seandainya tidak ada sanad, maka orang akan bebas berkata sesuai dengan apa yang dikehendaki.
Baca juga: Perbanyak Doa Dalam Setiap Sujud, Jangan Hanya di Sujud Terakhir"Siapapun akan ngomong. Tanpa pertanggungjawaban," terang Gus Yusuf
Imam At Turmudzi dalam Al Illal As Shogir meriwayatkan dari Ibnu Sirri, Pada jaman awal Islam, orang tidak memperanyakan soal sanad. Karena awal Islam, bisa dikroscek langsung pada Rasulullah atau sahabat, karena masih banyak orang bertemu dengan para nabi dan jadi sahabat.
Kemudian setelah muncul fitnah orang Islam, orang-orang mulai menanyakan soal sanad, supaya betul-betul bisa mengambil dalil ahlu sunnah, bukan yang mengada-ada atau membuat hadist palsu.
Menurut Imam Ad Darimi, orang yang belajar agama tanpa sanad ibarat orang yang naik ke lantai atas tanpa melalui tangga. Sehingga sangat sulit dia akan sampai tujuannya.
"Ini juga untuk mengingatkan pentingnya sanad. Orang belajar tidak lewat sanad, hanya lewat Youtube maka orang-orang yang mendapat informasi agama tidak mendapat ilmu, tapi sebatas informasi," tegas Gus Yusuf.
Baca juga: Tausiah Rabu Pagi: Jangan Lewatkan Satu Hari Tanpa Menimba IlmuMeski demikian, Gus Yusuf tidak melarang belajar lewat Youtube, asal jelas sanadnya dari ustadz di Youtube tersebut.
"Youtube itu hanya media, tapi konten ini bisa dipertanggung jawabkan atau tidak?," tegasnya.
Gus Yusuf mencontohkan, ketika melihat media sosial kemudian ada dawuh dari KH Maimoen Zubair.
“Meski sumber WhatsApp, Youtube dan Instagram, tapi jika itu jelas dari Mbah Maimoen, tentu kredibilitas tidak ada yang meragukan. Keilmuan, alim ullama, maka mantap kita mengamalkan,” bebernya.
(sof)