Ini Ciri-Ciri Pasangan yang Tak Layak Dipertahankan
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 23 September 2022 - 07:00 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Setiap hubungan rumah tangga tentu akan mengalami pasangan surut. Meskipun demikian, banyak yang akan tetap mempertahankan rumah tangganya karena menganggap hal tersebut merupakan cobaan yang diberikan oleh Allah SWT.
Pemikiran tersebut mungkin saja tepat, namun penting untuk diketahui ada pasangan yang memang tidak layak dipertahankan. Menurut penghulu di Kementerian Agama,Ustaz Ginanjar Nugraha ada beberapa tanda pasangan yang sebaiknya ditinggalkan.
Baca juga: Saat Terjadi Perceraian, Pisahkan Harta Pribadi dan Milik Bersama
Pertama, adalah pernikahan yang sudah saling menzalimi. Ustaz Ginanjar menjelaskan, bila pasangan sudah menzalimi baik itu antara individu maupun salah satunya, maka jalan keluarnya bisa perceraian.
"Jadi, ditimbang dari sisi dhararnya (merugikan salah satu pihak)," ujar Ustaz Ginanjar kepada Langit7, Kamis (22/9/2022).
Dia melanjutkan, ada beberapa alasan yang memang memperbolehkan bercerai. Di antaranya adalah sudah salingmenzalimi, bahkan berpengaruh kepada keagamaan masing-masing, maka bisa memutuskan bercerai.
"Atau justru malah dengan pernikahan tersebut semakin menjauhkan mereka dari ibadah, itu juga bisa jadi faktor. Misalnya, suami maksiat tetapi kita tidak bisa bersabar sampai dapat merusak agama kita. Nah, itu sesuatu yang tidak dapat dipertahankan," kata dia.
Pemikiran tersebut mungkin saja tepat, namun penting untuk diketahui ada pasangan yang memang tidak layak dipertahankan. Menurut penghulu di Kementerian Agama,Ustaz Ginanjar Nugraha ada beberapa tanda pasangan yang sebaiknya ditinggalkan.
Baca juga: Saat Terjadi Perceraian, Pisahkan Harta Pribadi dan Milik Bersama
Pertama, adalah pernikahan yang sudah saling menzalimi. Ustaz Ginanjar menjelaskan, bila pasangan sudah menzalimi baik itu antara individu maupun salah satunya, maka jalan keluarnya bisa perceraian.
"Jadi, ditimbang dari sisi dhararnya (merugikan salah satu pihak)," ujar Ustaz Ginanjar kepada Langit7, Kamis (22/9/2022).
Dia melanjutkan, ada beberapa alasan yang memang memperbolehkan bercerai. Di antaranya adalah sudah salingmenzalimi, bahkan berpengaruh kepada keagamaan masing-masing, maka bisa memutuskan bercerai.
"Atau justru malah dengan pernikahan tersebut semakin menjauhkan mereka dari ibadah, itu juga bisa jadi faktor. Misalnya, suami maksiat tetapi kita tidak bisa bersabar sampai dapat merusak agama kita. Nah, itu sesuatu yang tidak dapat dipertahankan," kata dia.