Bisakah Mengubah Sifat Pasangan Jadi Lebih Baik?
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 23 September 2022 - 09:29 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Beberapa orang berharap dapat mengubah sifat pasangan menjadi lebih baik dalam sebuah pernikahan. Namun, bisakah hal demikian dilakukan?
Psikolog klinis Marsha Tengker atau yang akrab disapa Caca Tengker mengatakan mengubah sifat pasangan bisa saja dilakukan. Namun, perlu diingat untuk mencapai hasil yang diinginkan semua bergantung dari pasangan tersebut.
Baca juga: Ini Ciri-Ciri Pasangan yang Tak Layak Dipertahankan
"Bukannya tidak bisa, bisa saja, tetapi effort-nya akan lebih berat daripada kita mengubah diri kita sendiri," ujar Caca dalam diskusi bertajuk Lika-liku Rumah Tangga di Setiap Jenjang, Kamis (22/9/2022).
Menurut dia, akan lebih baik jika perspektif mengubah perilaku pasangan diganti menjadi belajar mengontrol diri sendiri agar keinginan mengubah pasangan tidak dilakukan.
"Kalau bisa mengontrol itu, harusnya kita juga bisa mengontrol harapan kita. Jadi perilaku kita juga bisa dikontrol karena kalau kita berharap mengubah pasangan kita effortnya akan sangat besar. Misalnya 80 persen kita mau merubah dia, tetapi dianya tidak ada kemauan untuk mengubah diri, maka dia tidak akan berubah," katanya.
"Akhirnya kita capek sendiri. Kita yang merasa gagal atau kita menyalahkan pasangan kita karena tidak mau berubah," lanjut ibu dua anak itu.
Psikolog klinis Marsha Tengker atau yang akrab disapa Caca Tengker mengatakan mengubah sifat pasangan bisa saja dilakukan. Namun, perlu diingat untuk mencapai hasil yang diinginkan semua bergantung dari pasangan tersebut.
Baca juga: Ini Ciri-Ciri Pasangan yang Tak Layak Dipertahankan
"Bukannya tidak bisa, bisa saja, tetapi effort-nya akan lebih berat daripada kita mengubah diri kita sendiri," ujar Caca dalam diskusi bertajuk Lika-liku Rumah Tangga di Setiap Jenjang, Kamis (22/9/2022).
Menurut dia, akan lebih baik jika perspektif mengubah perilaku pasangan diganti menjadi belajar mengontrol diri sendiri agar keinginan mengubah pasangan tidak dilakukan.
"Kalau bisa mengontrol itu, harusnya kita juga bisa mengontrol harapan kita. Jadi perilaku kita juga bisa dikontrol karena kalau kita berharap mengubah pasangan kita effortnya akan sangat besar. Misalnya 80 persen kita mau merubah dia, tetapi dianya tidak ada kemauan untuk mengubah diri, maka dia tidak akan berubah," katanya.
"Akhirnya kita capek sendiri. Kita yang merasa gagal atau kita menyalahkan pasangan kita karena tidak mau berubah," lanjut ibu dua anak itu.