home global news

KADIN: Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh tapi Harus Waspada 3 Sumber Krisis

Sabtu, 24 September 2022 - 13:32 WIB
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, menyampaikan sambutan di Muktamar Persatuan Islam secara virtual (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, menilai Indonesia mampu tumbuh di kuartal kedua pada 2022. Pertumbuhan itu bisa diraih meski Indonesia diterpa gejolak perekonomian global akibat pandemi Covid-19.

“Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,44%, lalu ekspor mengalami peningkatan mencapai 19,7%, lalu sebanyak 35,5% pertumbuhan realisasi investasi Q2 2022 y-o-y atau senilai Rp302,2 triliun,” kata Arsjad dalam Muktamar Persis ke-16 di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2022).

Laju inflasi Indonesia juga masih jauh lebih moderat dibandingkan negara-negara lain. Per Agustus 2022 inflasi Indonesia sebesar 4,69%. Tingkat inflasi ini menurun dibanding bulan sebelumnya. Itu juga relatif lebih rendah dibanding negara berkembang seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia yang rata-rata mencapai 9% tahun ini.

Baca Juga: Persis Gelar Muktamar ke-16 di Bandung, Ini Agendanya



“Capaian ini tidak lepas dari hasil kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, atau gotong royong kita bersama,” kata Arsjad. Stimulus fiskal terbukti membantu UMKM dan dunia usaha bertahan selama pandemi, di mana realisasi PEN 2021 mencapai Rp658,6 triliun.

Namun, meskipun perekonomian pulih, Arsjad meminta pemerintah tetap harus tetap waspada terhadap tiga sumber gejolak perekonomian. Pertama, perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan kelangkaan pangan, kenaikan harga pangan, dan kenaikan harga BBM.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kadin indonesia krisis ekonomi muktamar persis
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya