home global news

Agar Tidak Jawa Sentris, Muhammadiyah Usulkan Perubahan Sistem Pemilu

Senin, 26 September 2022 - 15:51 WIB
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Muti, M. Ed saat ditemui LANGIT7.ID di UIN Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
Tidak meratanya populasi rakyat Indonesia yang sebagian besar hanya terpusat di Pulau Jawa, membuat hasil pemilihan umum dari tahun ke tahun hanya ditentukan di Pulau Jawa.

Seringkali dalam kontestasi pemilihan Presiden, kandidat hanya perlu memenangkan suara di sejumlah provinsi di Jawa yang memiliki populasi terbesar. Hal tersebut menjadi keprihatinanPP Muhammadiyahyang melihat pemilihan umum hanya Jawa Sentris dan daerah di luar Jawa terkesan terpinggirkan.

Menurut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah,Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, pemilu Jawa Sentris terjadi karena basis penentuan hasil pemilu hanya berdasarkanone man one vote, sehingga siapa saja pemenang di Pulau Jawa dipastikan akan menjadi pemenang pemilu.

Baca Juga:Jalan Politik Muhammadiyah dan Relasinya dengan Kekuasaan

“Bahkan kadang-kadang hanya cukup menguasai Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat sudah cukup untuk menang (Pemilu),” ujar Mu’ti saat ditemui LANGIT7 beberapa waktu lalu.

Guna menghindari konsentrasi politik hanya terjadi di Jawa, Mu’ti menyebut sistem pemilu di Amerika Serikat bisa diduplikasi di Indonesia.

“Pemilihan langsung bisa dilakukan dengan perubahan sistem. Misal, pemilihan langsung di Amerika Serikat. Pemenang pemilihan Presiden tidak berdasarkan suara terbanyak, tapi berdasarkan elektoral,” jelas Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah tersebut.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
muhammadiyah pilpres 2024 abdul mu’ti pemilu pemilu 2024
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya