Korban Banjir di Laut Hitam Bertambah, Total 40 Jiwa Meninggal
Muhajirin
Ahad, 15 Agustus 2021 - 11:10 WIB
Banjir di wilayah Laut Hitam, Turki. Foto: Anadolu Agency
Korban tewas akibat banjir di wilayah Laut Hitam, Turki meningkat menjadi 40 orang. Hampir 950 personel SAR di Bartin, 2.807 di Kastamonu, dan 1.693 di Sinop melakukan pekerjaan bantuan di daerah yang terkena dampak.
Banjir, yang disebabkan hujan lebat di wilayah Laut Hitam di utara negara tersebut, Rabu (11/8/2021), menyebabkan 34 orang tewas di Provinsi Kastamonu. Hal tersebut seperti yang disampaikan Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat (AFAD).
Baca Juga:Bencana Alam Turki: Kebakaran Terkendali, Banjir Melanda
Sementara, enam korban tewan lainnya terjadi di Provinsi Sinop. Upaya pencarian terhadap seorang korban masih berlangsung di Provinsi Bartin.
Sebanyak 341 orang di Bartin, 1.380 di Kastamonu, dan 526 di Sinop dievakuasi ke daerah aman dengan helikopter dan kapal. Sementara Bulan Sabit Merah Turki mengirimkan 223 relawan, sembilan truk katering, dan 54 kendaraan ke wilayah tersebut.
Pada Jumat (13/8/2021), Presiden Recep Tayyip Erdogan mengunjungi distrik Bozkurt di Kastamonu, daerah yang paling parah dilanda banjir. "Kami akan melakukan yang terbaik secepat mungkin, dan mudah-mudahan kami akan bangkit," kata Erdogan.
Baca Juga:Setahun Hagia Sophia Sebagai Masjid, Erdogan: Simbol Peradaban Muslim
Banjir, yang disebabkan hujan lebat di wilayah Laut Hitam di utara negara tersebut, Rabu (11/8/2021), menyebabkan 34 orang tewas di Provinsi Kastamonu. Hal tersebut seperti yang disampaikan Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat (AFAD).
Baca Juga:Bencana Alam Turki: Kebakaran Terkendali, Banjir Melanda
Sementara, enam korban tewan lainnya terjadi di Provinsi Sinop. Upaya pencarian terhadap seorang korban masih berlangsung di Provinsi Bartin.
Sebanyak 341 orang di Bartin, 1.380 di Kastamonu, dan 526 di Sinop dievakuasi ke daerah aman dengan helikopter dan kapal. Sementara Bulan Sabit Merah Turki mengirimkan 223 relawan, sembilan truk katering, dan 54 kendaraan ke wilayah tersebut.
Pada Jumat (13/8/2021), Presiden Recep Tayyip Erdogan mengunjungi distrik Bozkurt di Kastamonu, daerah yang paling parah dilanda banjir. "Kami akan melakukan yang terbaik secepat mungkin, dan mudah-mudahan kami akan bangkit," kata Erdogan.
Baca Juga:Setahun Hagia Sophia Sebagai Masjid, Erdogan: Simbol Peradaban Muslim