Sejarah Masjid Luar Batang, Dibangun Sejak Tahun 1739
Andi Muhammad
Selasa, 27 September 2022 - 06:07 WIB
Sejarah Masjid Luar Batang, Dibangun Sejak Tahun 1739. Foto: Istimewa.
Indonesia memiliki sederet masjid bersejarah, salah satunya Masjid Jami Keramat Luar Batang yang kaitannya erat dengan Habib Husein. Diperkirakan Masjid ini dibangun sekitar tahun 1739.
Masjid yang berlokasi di Jalan Luar Batang, Gang V, Penjaringan, Jakarta Utara ini memiliki kisah yang unik dari penamaannya. Berawal dari seorang pemuda Yaman bernama Husein bin Abubakar bin Abdillah Alaydrus. Sebelum menginjakan kaki di kawasan tersebut, ia berkelana sembari berdakwah ke beberapa wilayah.
Ia melakukan perjalanan dengan singgah ke beberapa tempat untuk menimba ilmu dan menyiarkan agama Islam. Destinasi pertama yang ia tempuh yakni Gujarat, kemudian dilanjutkan ke Pulau Sumatera tepatnya di Banda Aceh. Lalu kembali berkelana ke Bandar Sriwijaya dan menyebrang ke Pulau Jawa, tepatnya daerah Jawa Timur hingga terakhir Banten.
Di sejumlah daerah tersebut beliau menyebar syiar agama Islam. Bahkan konon katanya, pihak Belanda yang saat itu masih menjajah pun menyebar berita tentang Habib Husein, yang diakui sebagai pemuka agama terkemuka.
"Berita terbitan koran Hindia Belanda tahun 18-an, itu dibilang bahwa Habib Husein pensyiar Islam yang sangat termasyhur di pesisir Utara Jawa," kata Sekretaris DKM Masjid Jami Keramat Luar Batang, Daeng Mansur saat ditemui Langit7 di halaman Masjid Luar Batang, Selasa (27/9/2022).
Baca Juga:Salat Jenazah Syekh Yusuf Qaradhawi akan Dilaksanakan di Masjid Agung Qatar
Masjid yang berlokasi di Jalan Luar Batang, Gang V, Penjaringan, Jakarta Utara ini memiliki kisah yang unik dari penamaannya. Berawal dari seorang pemuda Yaman bernama Husein bin Abubakar bin Abdillah Alaydrus. Sebelum menginjakan kaki di kawasan tersebut, ia berkelana sembari berdakwah ke beberapa wilayah.
Ia melakukan perjalanan dengan singgah ke beberapa tempat untuk menimba ilmu dan menyiarkan agama Islam. Destinasi pertama yang ia tempuh yakni Gujarat, kemudian dilanjutkan ke Pulau Sumatera tepatnya di Banda Aceh. Lalu kembali berkelana ke Bandar Sriwijaya dan menyebrang ke Pulau Jawa, tepatnya daerah Jawa Timur hingga terakhir Banten.
Di sejumlah daerah tersebut beliau menyebar syiar agama Islam. Bahkan konon katanya, pihak Belanda yang saat itu masih menjajah pun menyebar berita tentang Habib Husein, yang diakui sebagai pemuka agama terkemuka.
"Berita terbitan koran Hindia Belanda tahun 18-an, itu dibilang bahwa Habib Husein pensyiar Islam yang sangat termasyhur di pesisir Utara Jawa," kata Sekretaris DKM Masjid Jami Keramat Luar Batang, Daeng Mansur saat ditemui Langit7 di halaman Masjid Luar Batang, Selasa (27/9/2022).
Baca Juga:Salat Jenazah Syekh Yusuf Qaradhawi akan Dilaksanakan di Masjid Agung Qatar