home community

Strategi Dakwah Komunitas Muslim Turki di Amsterdam

Selasa, 27 September 2022 - 17:15 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Amsterdam menjadi rumah bagi mayoritas muslim yang berada di Belanda. Pada 2004, jumlah penduduk Amsterdam kurang lebih 750 ribu jiwa. Sekitar 63 ribu penduduk adalah keturunan Maroko dan 38 ribu keturunan Turki. Maroko dan Turki merupakan dua komunitas muslim terbesar di Amsterdam.

Ada beberapa distrik yang menjadi kantong domisili muslim di Amsterdam. Di antaranya De Baarsjes, Geuzenveld/Slotermeer, Oud-West, Oost-Watergraafsmeer, Slotervaart, Bos en Lommer, dan Osdorp.

Kegiatan dakwah secara umum berjalan baik di kota itu. Salah satu penyebabnya adalah organisasi Islam yang banyak di sana. Pada 2000 saja, tercatat 20 organisasi keagamaan Turki di kota tersebut. Dari jumlah itu, tujuh milik Federasi Islam Budaya Turki (TICF) yang terhubung ke Departemen Agama (Diyanet).

Baca Juga: Semakin Banyak Mualaf di Barat, Ini Alasan Mereka Memilih Islam

Duta Besar RI untuk Spanyol dan UNWTO, Muhammad Najib, menjadi saksi strategi jitu komunitas muslim Turki dalam berdakwah di Amsterdam. Komunitas muslim Turki memiliki Masjid Nizam-I Alem Suleymaniye Camii di Amsterdam Barat.

Menariknya, masjid itu bukan hanya tempat salat saja. Di dalam masjid terdapat lembaga pendidikan, ada pengajian untuk ibu-ibu dan remaja, dan anak-anak disediakan kelask khusus untuk belajar agama.

Tak hanya di Masjid Nizam-I Alem Suleymaniye Camii, tapi kata Najib, di setiap masjid yang dibangun komunitas Turki memiliki rumah makan, tempat tukang cukur, bahkan ada tempat untuk main biliar.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
belanda amsterdam islam di eropa
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya