Syekh Qaradhawi Sering ke Indonesia, Kunjungi MUI, NU, dan Muhammadiyah
Muhajirin
Rabu, 28 September 2022 - 21:20 WIB
Syekh Yusuf Qaradhawi saat berkunjung ke kantor PBNU pada tahun 2007 (foto: nu.or.id)
Syekh Yusuf Qardhawi merupakan ulama kelahiran Mesir yang memiliki kedekatan dengan ulama di Indonesia. Ulama pakar hukum Islam itu meninggal dunia pada Senin (26/9/2022) dalam usia memasuki awal 96 tahun.
Pendiri Pusat Dakwah Al-Qur'an Jakarta (Al-Fahmu Institute), Ustadz Fahmi Salim, mengunggah foto Al-Qaradhawi bersama Buya Hamka, Mohammad Natsir, dan KH Hasan Basri saat berkunjung ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 1979.
Baca Juga: Pesan Terakhir Syekh Yusuf Qaradhawi Saat Sakit Sebelum Wafat
Kedekatan Syekh Yusuf Qaradhawi dengan ulama Indonesia juga terlihat saat berkunjung ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat pada 11 Januari 2007. Kala itu, dia didampingi Menteri Agama RI Maftuh Basyuni disambut hangat oleh pengurus NU seperti KH Hasyim Muzadi, KH Ma'ruf Amin, KH Said Aqil Siradj, KH Maghfur Utsman, dan KH Nasaruddin Umar.
Dalam kunjungan itu, Syekh Qaradhawi mengaku sebagai anak NU karena memiliki tahun lahir yang sama dengan organisasi Islam tersebut. Syekh Qaradhawi lahir pada 9 September 1926, sementara NU didirikan pada 31 Januari 1926.
"Berarti saya ini anak NU," kata Syekh Qaradhawi kala itu, dikutip laman resmi NU. Dia mengaku pertama kali mengenal NU saat salah seorang ketua NU, KH Idham Kholid, berkunjung ke Universitas Al-Azhar Mesir.
Pendiri Pusat Dakwah Al-Qur'an Jakarta (Al-Fahmu Institute), Ustadz Fahmi Salim, mengunggah foto Al-Qaradhawi bersama Buya Hamka, Mohammad Natsir, dan KH Hasan Basri saat berkunjung ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 1979.
Baca Juga: Pesan Terakhir Syekh Yusuf Qaradhawi Saat Sakit Sebelum Wafat
Kedekatan Syekh Yusuf Qaradhawi dengan ulama Indonesia juga terlihat saat berkunjung ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat pada 11 Januari 2007. Kala itu, dia didampingi Menteri Agama RI Maftuh Basyuni disambut hangat oleh pengurus NU seperti KH Hasyim Muzadi, KH Ma'ruf Amin, KH Said Aqil Siradj, KH Maghfur Utsman, dan KH Nasaruddin Umar.
Dalam kunjungan itu, Syekh Qaradhawi mengaku sebagai anak NU karena memiliki tahun lahir yang sama dengan organisasi Islam tersebut. Syekh Qaradhawi lahir pada 9 September 1926, sementara NU didirikan pada 31 Januari 1926.
"Berarti saya ini anak NU," kata Syekh Qaradhawi kala itu, dikutip laman resmi NU. Dia mengaku pertama kali mengenal NU saat salah seorang ketua NU, KH Idham Kholid, berkunjung ke Universitas Al-Azhar Mesir.