Kemenag Tingkatkan Wawasan Moderasi Beragama Penceramah
Ummu hani
Kamis, 29 September 2022 - 19:19 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa.
Toleransi merupakan salah satu sikap paling penting yang wajib tertanam di setiap masyarakat dunia, tak terkecuali di Indonesia. Sebab, perbedaan akan menyatukan sebuah negara jika masyarakatnya memiliki toleransi tinggi.
Namun, masih banyak juga yang minim toleransi dengan adanya perbedaan agama, pendapat, dan prinsip. Hal tersebut berpotensi menjadi penyebab utama perpecahan antar-umat.
Melihat masalah tersebut, Kementerian Agama (Kemenag), melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam memiliki program bina pendakwah dan para dai untuk dapat memiliki paham keagamaan moderasi di negara multikultural ini.
Sebab, menurut Dirjen Bimas Islam Kemenag, Prof Kamaruddin Amin, di Indonesia masih banyak pandangan tentang agama yang tidak sesuai dengan konsep moderasi.
“Bahkan banyak pula aliran agama konservatif yang tidak sesuai visi negara. Oleh karena itu kita bina para penceramah dan dai untuk meningkatkan kapasitas mereka,” kata Prof Kamaruddin dalam kegiatan press briefing dengan media, Kamis (29/9/2022).
Baca Juga:PBNU Jelaskan Alasan Undang Organisasi Sayap Kanan India RSS
Prof Kamarudin mengatakan, para penceramah dan para dai bermitra dengan Kementerian Agama untuk sama-sama menyampaikan pesan agama yang moderat dan berbangsa.
Namun, masih banyak juga yang minim toleransi dengan adanya perbedaan agama, pendapat, dan prinsip. Hal tersebut berpotensi menjadi penyebab utama perpecahan antar-umat.
Melihat masalah tersebut, Kementerian Agama (Kemenag), melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam memiliki program bina pendakwah dan para dai untuk dapat memiliki paham keagamaan moderasi di negara multikultural ini.
Sebab, menurut Dirjen Bimas Islam Kemenag, Prof Kamaruddin Amin, di Indonesia masih banyak pandangan tentang agama yang tidak sesuai dengan konsep moderasi.
“Bahkan banyak pula aliran agama konservatif yang tidak sesuai visi negara. Oleh karena itu kita bina para penceramah dan dai untuk meningkatkan kapasitas mereka,” kata Prof Kamaruddin dalam kegiatan press briefing dengan media, Kamis (29/9/2022).
Baca Juga:PBNU Jelaskan Alasan Undang Organisasi Sayap Kanan India RSS
Prof Kamarudin mengatakan, para penceramah dan para dai bermitra dengan Kementerian Agama untuk sama-sama menyampaikan pesan agama yang moderat dan berbangsa.