home global news

Syekh Yusuf Qaradhawi Kuatkan Metode Hisab Muhammadiyah yang Bersifat Pasti

Jum'at, 30 September 2022 - 20:30 WIB
Din Syamsuddin saat menerima kunjungan Syekh Yusuf Qaradhawi (foto: istimewa)
Cendekiawan Muhammadiyah, Din Syamsuddin menyatakan dunia Islam kehilangan seorang ulama besar dengan wafatnya Syekh Yusuf Al-Qaradhawi. Menurutnya, Al-Qaradhawi adalah ulama yang tidak hanya berwawasan luas, tapi berpikiran maju, dan istiqamah amar ma’ruf nahi munkar.

“Semoga Allah menjadikan ilmu pengetahuan yang telah ditebar oleh Almarhum selama hayatnya menjadi sumber rahmat Allah bagi Almarhum untuk masuk ke dalam jannah-Nya,” kata Din dalam keterangan tertulis, Jumat (30/9/2022).

Ulama kontemporer tersebut pernah berkunjung ke Muhammadiyah pada 2007. Saat itu, Din menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah, sedangkan Al-Qaradhawi menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Sedunia (IUMS).

Baca juga:Syekh Qaradhawi Sering ke Indonesia, Kunjungi MUI, NU, dan Muhammadiyah

Dalam pertemuan di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, terjadi diskusi terbuka dan bernas tentang penanggalan hijriah. Syekh Al-Qaradhawi memberikan penjelasan yang mencerdaskan dan mencerahkan umat berkaitan dengan sistem penentuan awal bulan Hijriah.

Al-Qaradhawi dengan tegas menyatakan hisab itu pasti sedangkan rukyat itu meragukan, banyak kemungkinan. Penjelasan ini menjawab pertanyaan alamrhum Prof. Dr. Yunahar Ilyas yang mendampingi Din dalam pertemuan tersebut.

“Tentang hisab dan rukyat awal bulan Qomariyah, Syekh Yusuf Al-Qardhawi menyatakan bahwa hisab itu qath'i (pasti), dan rukyat itu nisbi (belum pasti) kebenarannya, sambil menjelaskan gunung yang terlihat dari jauh warnanya biru, padahal dari jarak dekat warna pepohonannya hijau,” kata Din.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
syekh yusuf qaradhawi muhammadiyah hisab
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya