Tafsir Surat Fussilat Ayat 34: Membalas Keburukan dengan Kebaikan
Redaksi
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 06:01 WIB
Ilustrasi sikap memaafkan. Foto: LANGIT7/iStock
Selama hidup, kita tentu banyak berinteraksi dengan orang lain. Namun tak semuanya menyenangkan. Kita pasti pernah merasa kecewa saat menerima hal-hal buruk dari orang lain.
Lalu, bagaimana seharusnya kita bersikap?
Baca juga: Tafsir Surat Al-Ikhlas: Memurnikan Ketauhidan kepada Allah SWT
Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk membalas kejahatan dengankebaikan. Ada isyarat cinta dari seseorang yang berbuat jahat, ketika kita membalas kejahatannya dengan perbuatan baik.
Allah Ta'ala berfirman dalamsurat Fussilat ayat 34,
وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۗاِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ ( فصّلت : ٣٤)
"Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia."
Lalu, bagaimana seharusnya kita bersikap?
Baca juga: Tafsir Surat Al-Ikhlas: Memurnikan Ketauhidan kepada Allah SWT
Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk membalas kejahatan dengankebaikan. Ada isyarat cinta dari seseorang yang berbuat jahat, ketika kita membalas kejahatannya dengan perbuatan baik.
Allah Ta'ala berfirman dalamsurat Fussilat ayat 34,
وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۗاِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ ( فصّلت : ٣٤)
"Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia."