home lifestyle muslim

Bahaya Gas Air Mata, Bisa Akibatkan Gagal Pernafasan hingga Kematian

Senin, 03 Oktober 2022 - 06:50 WIB
Polisi menembakkan gas air mata di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10/2022) (foto: istimewa)
Salah satu cara aparat keamanan dalam mengurai kericuhan massa adalah penggunaan gas air mata. Hal itu dilakukan oleh pihak kepolisian untuk membubarkan suporter dalam pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10/2022). Akibatnya, masa kocar-kacir namun kesulitan keluar dari stadion sebab tidak memadainya jalur evakuasi. Massa yang saling berdesakan dan terkena gas air mata, mengakibatkan lebih dari 120 korban jiwa meninggal dunia.

Merujuk American Lung Association, gas air mata merupakan bahan kimia yang menyebabkan iritasi pada kulit dan mata hingga masalah pernafasan. Ada beberapa bahan kimia yang paling umum digunakan dalam gas air mata. Di antaranya chloroacetophenone (CN) yang merupakan polutan udara beracun, chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA) dan dibenzoxazepine (CR).

Baca Juga:Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Langgar Aturan FIFA

Gas air mata bisa menyebabkan dampak kesehatan jangka pendek hingga cacat permanen dalam beberapa kasus. Secara umum, paparan gas air mata dapat menyebabkan sesak dada, batuk, rasa tercekik, dan sesak napas. Efek lain rasa terbakar pada mata, mulut dan hidung. Ini menyebabkan penglihatan kabur dan kesulitan menelan.

Gas air mata juga dapat menyebabkan luka bakar kimia, reaksi alergi, dan gangguan pernapasan. Orang yang memiliki riwayat penyakit pernafasan seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala penyakit marah yang dapat menyebabkan gagal nafas.

Orang yang terpapar gas air mata di area tertutup memiliki risiko lebih tinggi menimbulkan efek kesehatan jangka panjang. Dalam kasus ini, gas air mata dapat menyebabkan kegagalan pernafasan dan kematian.

Baca Juga:Muhammadiyah Sesalkan Penggunaan Gas Air Mata Tangani Kerusuhan di Kanjuruhan
Berita Terkait
Berita Lainnya