LANGIT7.ID, Yogyakarta - Muhammadiyah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya 127 jiwa dalam kerusuhan Liga 1 2022/2023 di
Stadion Kanjuruhan, Malang.
Muhammadiyah menyesalkan cara dan tindakan dalam menangani kerusuhan tersebut, sehingga terjadi korban meninggal yang besar.
"Tragedi ini mengoyak marwah bangsa dan negara Indonesia," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah,
Haedar Nashir, Ahad (2/10/2022)
Jumlah kematian akibat kerusuhan tersebut termasuk deretan yang tertinggi di dunia dari sejumlah kerusuhan yang pernah terjadi. Belum terhitung korban luka-luka akibat kerusuhan tersebut.
Baca juga: Haedar Nasir Sebut Satu Nyawa Sangat Berharga dan Harus DijagaPublik di berbagai media massa dan media sosial menyesalkan cara dan tindakan dalam menangani kerusuhan tersebut, sehingga terjadi korban meninggal yang besar.
Banyak pihak menyesalkan kenapa kerusuhan sampai terjadi dan korban begitu banyak jatuh.
“Perlu investigasi yang objektif dan tuntas dari berbagai aspek atas kerusuhan dan terjadinya korban jiwa yang besar itu, karena kasusnya bukan hanya nasional tetapi sudah berskala global,” kata Haedar.
Sekjen PSSI, Yunus Nusi juga menyesali insiden penembakan gas air mata oleh aparat kepolisian. Padahal PSSI telah melakukan koordinasi, bahkan workshop dengan panitia dan pihak klub sebelum pertandingan.
"Tetapi kondisi tadi malam tentu kita juga sangat menyesalkan kejadian-kejadian tersebut, dan kita juga berharap sekiranya tadi malam banyak pihak yang harus menahan diri," ujar Yunus, Ahad (2/10/2022).
Baca juga: Jokowi Minta PSSI Hentikan Sementara Pertandingan Liga 1Yunus mengatakan, insiden tragis ini bukan diakibatkan oleh kerusuhan antarsuporter, namun karena suporter berdesak-desakan hingga menumpuk di pintu keluar stadion. Sebab itu, banyak supporter yang terjatuh, terinjak-injak hingga merenggut korban jiwa.
PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah memutuskan menghentikan Liga 1 Indonesia musim 2022-2023 selama satu pekan. Keputusan tersebut sesuai arahan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sambil menunggu proses investigasi lengkap.
(sof)