home global news

Pengamat Sayangkan Pendekatan Represif dalam Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 06 Oktober 2022 - 14:40 WIB
Korban tragedi Kanjuruhan. (Foto: Istimewa).
Pengamat pembangunan sosial dan kesejahteraan UGM, Hempri Suyatna, menyayangkan pendekatan represif yang dilakukan aparat hingga terjadi tragedi Kanjuruhan.

Suporter sepakbola Tanah Air memiliki karakter unik dan fanatisme luar biasa. Tragedi Kanjuruhan menyebabkan melayangnya ratusan nyawa supporter.

Tragedi itu terjadi dalam pertandingan sepakbola antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10/2022) lalu.

"Bagi mereka, sepakbola adalah harga diri dan martabat daerah atau martabat bangsa," ujarnya seperti dilansir UGM, dikutip Rabu (5/10/2022).

Baca Juga: Kesaksian Penyintas Tragedi Kanjuruhan: Ada Polisi Tolak Tolong Korban

Perempuan, anak-anak, siswa SMP, SMA dan SMK di Kota Malang turut menjadi korban dalam tragedi Kanjuruhan. Penggunaan gas air mata oleh aparat keamanan diduga sebagai pemicu jatuhnya banyak korban.

Padahal, penggunaan gas air mata dalam sepak bola jelas dilarang FIFA. Hal itu tercantum dalam pedoman 'FIFA Stadium Safety and Security Regulation' pasal 19 poin B.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
meninggal dunia arema fc stadion kanjuruhan tragedi kanjuruhan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya