Masjid Jamik Al Mansur Pernah Jadi Markas Pejuang Kemerdekaan
Fajar adhitya
Senin, 16 Agustus 2021 - 18:05 WIB
Masjid Jamik Al Mansur di Jakarta. (Foto: Istimewa).
Masjid yang berada di Jembatan Lima Jakarta Barat, Masjid Jamik Al Mansur, pernah menjadi markas para pejuang kemerdekaan dari Tanah Betawi. Bangunan rumah ibadah ini pertama kali dibangun pada 1717 mengambil nama seorang guru, Muhammad Manshur bin Imma Abdul Hamid.
Muhammad Manshur dikenal juga sebagai Guru Mansur merupakan ulama yang diakui oleh masyarakat sekitar. Namun dia bukanlah pendiri pertama masjid Jamik Al Mansur.
Masjid Jami Al Mansur dibangun pada 1717 berdasar inskripsi yang terdapat di menara masjid yang bertuliskan tahun 1330 Hijriah atau 1717 Masehi. Masjid ini dibangun oleh Abdul Mihit atau Abdul Mukhit, putra Pangeran Cakrajaya dari Kerajaan Mataram Islam.
BACA JUGA: Masjid Agung Al-Azhar Jakarta Buka Aktivitas Shalat Berjamaah
Awalnya masjid ini bernama Masjid Jami Kampung Sawah yang kemudian berubah nama, dengan mengambil nama Guru Mansur. Sang guru sendiri merupakan keturunan Abdul Mukhit yang tentu masih memiliki ikatan darah dengan Kesultanan Mataram Islam yang tahun 1628-1629.
Guru Mansur sendiri juga merupakan salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia. Pernah pada 1948, dia sengaja menaikkan Bendera Merah Putih di menara Masjid Jamik Kampung Sawah dan membuat Belanda murka dan menahan tokoh tersebut lantaran tak mau berdiplomasi.
Pada 1925, Guru Mansur menentang keras pemerintahan Belanda yang saat itu akan membongkar Masjid Al Makmur di Cikini. Darinya pula masyarakat Betawi memiliki slogan perjuangan 'rempug' yang berarti bersatulah.
Muhammad Manshur dikenal juga sebagai Guru Mansur merupakan ulama yang diakui oleh masyarakat sekitar. Namun dia bukanlah pendiri pertama masjid Jamik Al Mansur.
Masjid Jami Al Mansur dibangun pada 1717 berdasar inskripsi yang terdapat di menara masjid yang bertuliskan tahun 1330 Hijriah atau 1717 Masehi. Masjid ini dibangun oleh Abdul Mihit atau Abdul Mukhit, putra Pangeran Cakrajaya dari Kerajaan Mataram Islam.
BACA JUGA: Masjid Agung Al-Azhar Jakarta Buka Aktivitas Shalat Berjamaah
Awalnya masjid ini bernama Masjid Jami Kampung Sawah yang kemudian berubah nama, dengan mengambil nama Guru Mansur. Sang guru sendiri merupakan keturunan Abdul Mukhit yang tentu masih memiliki ikatan darah dengan Kesultanan Mataram Islam yang tahun 1628-1629.
Guru Mansur sendiri juga merupakan salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia. Pernah pada 1948, dia sengaja menaikkan Bendera Merah Putih di menara Masjid Jamik Kampung Sawah dan membuat Belanda murka dan menahan tokoh tersebut lantaran tak mau berdiplomasi.
Pada 1925, Guru Mansur menentang keras pemerintahan Belanda yang saat itu akan membongkar Masjid Al Makmur di Cikini. Darinya pula masyarakat Betawi memiliki slogan perjuangan 'rempug' yang berarti bersatulah.