Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home masjid detail berita

Masjid Jamik Al Mansur Pernah Jadi Markas Pejuang Kemerdekaan

fajar adhitya Senin, 16 Agustus 2021 - 18:05 WIB
Masjid Jamik Al Mansur Pernah Jadi Markas Pejuang Kemerdekaan
Masjid Jamik Al Mansur di Jakarta. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid yang berada di Jembatan Lima Jakarta Barat, Masjid Jamik Al Mansur, pernah menjadi markas para pejuang kemerdekaan dari Tanah Betawi. Bangunan rumah ibadah ini pertama kali dibangun pada 1717 mengambil nama seorang guru, Muhammad Manshur bin Imma Abdul Hamid.

Muhammad Manshur dikenal juga sebagai Guru Mansur merupakan ulama yang diakui oleh masyarakat sekitar. Namun dia bukanlah pendiri pertama masjid Jamik Al Mansur.

Masjid Jami Al Mansur dibangun pada 1717 berdasar inskripsi yang terdapat di menara masjid yang bertuliskan tahun 1330 Hijriah atau 1717 Masehi. Masjid ini dibangun oleh Abdul Mihit atau Abdul Mukhit, putra Pangeran Cakrajaya dari Kerajaan Mataram Islam.

BACA JUGA: Masjid Agung Al-Azhar Jakarta Buka Aktivitas Shalat Berjamaah

Awalnya masjid ini bernama Masjid Jami Kampung Sawah yang kemudian berubah nama, dengan mengambil nama Guru Mansur. Sang guru sendiri merupakan keturunan Abdul Mukhit yang tentu masih memiliki ikatan darah dengan Kesultanan Mataram Islam yang tahun 1628-1629.

Guru Mansur sendiri juga merupakan salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia. Pernah pada 1948, dia sengaja menaikkan Bendera Merah Putih di menara Masjid Jamik Kampung Sawah dan membuat Belanda murka dan menahan tokoh tersebut lantaran tak mau berdiplomasi.

Pada 1925, Guru Mansur menentang keras pemerintahan Belanda yang saat itu akan membongkar Masjid Al Makmur di Cikini. Darinya pula masyarakat Betawi memiliki slogan perjuangan 'rempug' yang berarti bersatulah.

Banyak peristiwa penting bersejarah terjadi di Masjid Jamik Al Mansur. Masjid ini pernah menjadi tempat berlindung dan markas para pejuang kemerdekaan. Peristiwa penting tersebut terjadi ketika baku tembak antar milisi kemerdekaan dengan tentara NICA yang masuk melalui Pelabuhan Sunda Kelapa.

Pada 4 Safar 1186 Hijriah, salah satu ulama besar berkunjung ke masjid ini, yaitu Muhammad Arsyad Al Banjari yang saat itu baru pulang dari Mekkah dan singgah di Betawi. Beliau diminta untuk memperbaiki arah kiblat masjid.

Pada 1937, Masjid Jamik Al Mansur dipugar dan diperluas pada periode Guru Mansur. Perubahan nama masjid didasarkan untuk menghormati dan mengenang perjuangan Guru Mansur yang dilakukan pada 1967, setelah beliau wafat. Kemudian pada 1980, Masjid Jami Al Mansur ditetapkan sebagai Cagar Budaya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)