home global news

TGIPF Ungkap Kengerian Pintu 13 Akibat Tembakan Gas Air Mata

Senin, 10 Oktober 2022 - 23:32 WIB
Anggota TGIPF saat memeriksa pintu masuk Stadion Kanjuruhan yang dinilai tidak layak untuk menggelar laga high risk (foto: kemenko polhukam)
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan mendapat kesimpulan sementara bahwa Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur tak layak menggelar big match berisiko tinggi. Tembakan gas air mata oleh aparat keamanan semakin memperburuk keadaan.

Anggota TGIPF Nugroho Setiawan mengaku telah melihat rerkaman CCTV, khususnya pintu 13 saat kepanikan massal pecah. Situasi yang mengerikan terjadi di pintu tersebut saat gas air mata menyebar di dalam stadion.

"Saya sempat melihat rekaman CCTV kejadian, khususnya di pintu 13. Mengerikan sekali,” kata AFC Safety security officer dalam keterangan pers via Youtube Kemenko Polhukam dilihat Senin (10/10/2022).

Baca juga:PSSI Siap Kerja Sama dengan Pemerintah dan FIFA Usut Tragedi Kanjuruhan

Dia menggambarkan situasi pintu 13 saat para penonton laga Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) malam mencoba keluar. Dia mengatakan bahwa desain pintu 13 tidak memadai sebagai akses darurat.

“Pintu terbuka, tapi sangat kecil yang itu seharusnya pintu untuk masuk tapi untuk keluar,” PFA safe guardian Committee Chairman ini.

Pada pintu 13, penonton yang panik akibat tembakan gas air mata berebut keluar. Pada saat yang sama, sebagian orang yang sulit bernapas sudah jatuh pingsan terhimpit, terinjak karena efek gas air mata.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
tragedi kanjuruhan stadion kanjuruhan tgipf kanjuruhan gas air mata
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya