home edukasi & pesantren

Mental Illness dalam Perspektif Islam dan Relasinya dengan Keimanan

Kamis, 13 Oktober 2022 - 15:30 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Mental Health atau kesehatan jiwa kini menjadi perhatian banyak orang. Sehat tak hanya dipandang dari aspek fisik tapi juga mental. Di media sosial, perbincangan tentang mental health terus bergema di ruang maya. Generasi muda yang terdiri dari milenial dan Gen Z semakin mawas terhadap isu mental health. Meski tak sedikit bias yang muncul dalam berbagai pembahasannya.

Dalam 3 dekade terakhir, upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan jiwa terus ditingkatkan. Dimulai sejak 1992 oleh World Federation for Mental Health, setiap 10 Oktober kini diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Se-Dunia. Segala upaya tersebut adalah dalam rangka melawan mental illness atau gangguan mental yang bisa muncul sebagai penyakit layaknya penyakit fisik pada umumnya.

Baca Juga:Hari Kesehatan Mental Dunia, Begini Pesan WHO Pascapandemi

Islam, pada hakikatnya sangat memperhatikan kesehatan jiwa. Meskipun dunia kedokteran jiwa tidak mengafirmasi pandangan Islam sebab berangkat dari landasan yang berbeda. Bagi dunia kedokteran, gangguan mental adalah murni masalah medis sementara dalam Islam, ia tidak bisa dipisahkan dari keimanan.

LANGIT7 berkesempatan berbincang dengan Presiden International Association of Muslim Psychologist (IAMP) Dr Bagus Riyono tentang kesehatan mental dan gangguan mental dalam perspektif Islam. Berikut kutipan wawancaranya:

Bagaimana Islam memandang mental illness atau gangguan mental?

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
psikologi kesehatan jiwa mental illness gangguan jiwa psikologi islam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya