Perbedaan Harapan dan Ngarep, Kenali Ciri-Ciri Khususnya
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 17 Oktober 2022 - 13:27 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Harapan merupakan pemikiran yang dimiliki setiap manusia dalam mengaktualisasikan tujuannya secara jelas. Menurut Founder High Performa Consulting, Harri Firmansyah harapan tidak dapat diartikan secara sembarangan.
Menurut Harri, harapan memiliki ciri tersendiri, di antaranya harus memiliki goal atau pemikiran yang didasarkan pada tujuan. "Harapan tanpa goal adalah bohong," kata Harri dalam acara daring bertajuk Menumbuhkan Harapan, Senin (17/10/2022).
Baca juga: Doa Haru 3 Artis saat Umrah, Harapan untuk Anak hingga Minta Jodoh
"Kita punya harapan besar tetapi tidak yakin untuk bisa mencapainya. Itu bukan harapan tetapi ngarep namanya. Ngarep itu tidak ada pikiran untuk goals-nya. Harapan itu bukan serta-merta harapan," tambahnya.
Dia melanjutkan, meskipun sudah berdoa tetapi jika tidak berpikir tujuannya, maka semua sia-sia. Karena itu harus diperjelas lagi tujuannya.
"Misal kita berdoa menjadi bermanfaat bagi orang lain, coba diperjelas bermanfaat bagi orang lain yang seperti apa. Supaya kita akan membuat diri menjadi bermanfaat dengan sebaik-baiknya bagi diri sendiri maupun orang lain. Jadi tidak hanya bermanfaat bagi orang lain saja, tapi diri sendiri juga," katanya.
Kedua, saat membuat harapan Anda juga harus memiliki pathways thinking atau alternatif-alternatif yang dibuat ketika satu cara mencapai harapan tersebut gagal.
Menurut Harri, harapan memiliki ciri tersendiri, di antaranya harus memiliki goal atau pemikiran yang didasarkan pada tujuan. "Harapan tanpa goal adalah bohong," kata Harri dalam acara daring bertajuk Menumbuhkan Harapan, Senin (17/10/2022).
Baca juga: Doa Haru 3 Artis saat Umrah, Harapan untuk Anak hingga Minta Jodoh
"Kita punya harapan besar tetapi tidak yakin untuk bisa mencapainya. Itu bukan harapan tetapi ngarep namanya. Ngarep itu tidak ada pikiran untuk goals-nya. Harapan itu bukan serta-merta harapan," tambahnya.
Dia melanjutkan, meskipun sudah berdoa tetapi jika tidak berpikir tujuannya, maka semua sia-sia. Karena itu harus diperjelas lagi tujuannya.
"Misal kita berdoa menjadi bermanfaat bagi orang lain, coba diperjelas bermanfaat bagi orang lain yang seperti apa. Supaya kita akan membuat diri menjadi bermanfaat dengan sebaik-baiknya bagi diri sendiri maupun orang lain. Jadi tidak hanya bermanfaat bagi orang lain saja, tapi diri sendiri juga," katanya.
Kedua, saat membuat harapan Anda juga harus memiliki pathways thinking atau alternatif-alternatif yang dibuat ketika satu cara mencapai harapan tersebut gagal.