Soal Kasus Gangguan Ginjal Akut, Pemerintah Perlu Gencarkan Edukasi Publik
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 19 Oktober 2022 - 04:05 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta pemerintah menggencarkan edukasi publik terkait kasus gangguan ginjal akut. Hal itu penting dilakukan mengingat masih banyak masyarakat belum mengenali gejala dan tindakan yang harus dilakukan jika terjadi gangguan ginjal pada anak-anak.
"Misalnya apakah kasus ini disebabkan paracetamol atau tidak? Komunikasi publik seperti inilah yang harus dikelola dengan baik oleh Kemenkes maupun BPOM, sehingga masyarakat tahu yang benar dari sumber resmi dan bisa mencegah dampak 'kesimpangsiuran' informasi," kata Netty dalam keterangannya, Rabu (19/10/2022).
Baca Juga:Kasus Gangguan Ginjal Misterius pada Anak, BPOM Diminta Periksa Peredaran Obat
Menurut Netty, jika masyarakat tidak mengenali gejala penyakit tersebut, maka penanganan akan terlambat dilakukan dan berujung pada kematian. Oleh karena itu, Netty meminta pemerintah mensosialisasikan secara masif dengan berbagai strategi dan platform media.
"Banyak orang tua yang masih menganggap penyakit ini sebagai flu atau pilek biasa, sehingga penanganannya tak tepat sasaran," uar Netty.
Lebih lanjut, legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga meminta pemerintah mengawasi secara ketat obat batuk asal India. Adapun obat batuk tersebut diduga menjadi penyebab kasus gagal ginjal pada anak-anak di Gambia.
Baca Juga:Kasus Gangguan Ginjal Akut Misterius Meningkat, Waspadai Volume Urin Anak
"Misalnya apakah kasus ini disebabkan paracetamol atau tidak? Komunikasi publik seperti inilah yang harus dikelola dengan baik oleh Kemenkes maupun BPOM, sehingga masyarakat tahu yang benar dari sumber resmi dan bisa mencegah dampak 'kesimpangsiuran' informasi," kata Netty dalam keterangannya, Rabu (19/10/2022).
Baca Juga:Kasus Gangguan Ginjal Misterius pada Anak, BPOM Diminta Periksa Peredaran Obat
Menurut Netty, jika masyarakat tidak mengenali gejala penyakit tersebut, maka penanganan akan terlambat dilakukan dan berujung pada kematian. Oleh karena itu, Netty meminta pemerintah mensosialisasikan secara masif dengan berbagai strategi dan platform media.
"Banyak orang tua yang masih menganggap penyakit ini sebagai flu atau pilek biasa, sehingga penanganannya tak tepat sasaran," uar Netty.
Lebih lanjut, legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga meminta pemerintah mengawasi secara ketat obat batuk asal India. Adapun obat batuk tersebut diduga menjadi penyebab kasus gagal ginjal pada anak-anak di Gambia.
Baca Juga:Kasus Gangguan Ginjal Akut Misterius Meningkat, Waspadai Volume Urin Anak