Hakikat Kemerdekaan, Yenny Wahid: Kebahagiaan Dunia Akhirat
Muhajirin
Selasa, 17 Agustus 2021 - 14:29 WIB
Warda di Banda Aceh mengikuti perlombaan gebuk bantal dalam memperingati Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 2017. Foto: Langit7.id/iStock
Ketua Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) Zannuba Ariffah Chapsoh atau akrab disapa Yenny Wahid menilai kemerdekaan tak sekadar bebas dari penjajahan bangsa lain. Lebih dari itu, kemerdekaanyakni semua orang bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun akhirat.
"Hakikat kemerdekaan pada esensinya, semua manusia itu bisa mencari kebahagiaannya dalam hidup, sampai akhirnya nanti mendapatkan kebahagiaan hakiki di akhirat," ucap Yenny dalam diskusi daring Gus Dur dan Kemerdekaan di Era Disrupsi melalui akun instagram @wahidfoundation, dikutip Selasa (17/8/2021).
Baca Juga:Habib Luthfi: Generasi Muda Harus Teladani Pahlawan dalam Membangun Bangsa
Kemerdekaan adalah hak setiap orang dalam mengatur diri untuk hidup sesuai dengan fitrah masing-masing. Hak-hak dasar yang diberikan Allah Ta’ala seharusnya dapat dimiliki oleh semua orang. Kemerdekaan, yakni ketika seseorang memiliki hak dan tidak dijajah, dipersekusi, diancam, dan diserang.
Selain itu, kemerdekaan juga berarti mencari nafkah dan kesejateraan dengan baik. Tak hanya itu, kata dia, kemerdekaan yaknisaat seseorang menyuarakan isi hati tanpa menyakiti orang lain. "Kita punya hak untuk bisa menyuarakan apa yang menjadi pikiran kita, tapi dengan cara yang baik, itu kemerdekaan," ucapnya.
Yenny juga menjelaskan sosok KH Abdurrahman Wahid dalam membangun sikap merdeka kepada anak-anaknya. Gus Dur, kata dia, membebaskan anaknya untuk menjadi diri sendiri. Dalam mendidik sikap merdeka, Gus Dur hanya memberikan rambu-rambu dan mengajarkan konsekuensi.
Baca Juga:Kumpulan Joke Kocak Gus Dur, Lumayan Hilangkan Stres dan Ketegangan Pandemi
"Hakikat kemerdekaan pada esensinya, semua manusia itu bisa mencari kebahagiaannya dalam hidup, sampai akhirnya nanti mendapatkan kebahagiaan hakiki di akhirat," ucap Yenny dalam diskusi daring Gus Dur dan Kemerdekaan di Era Disrupsi melalui akun instagram @wahidfoundation, dikutip Selasa (17/8/2021).
Baca Juga:Habib Luthfi: Generasi Muda Harus Teladani Pahlawan dalam Membangun Bangsa
Kemerdekaan adalah hak setiap orang dalam mengatur diri untuk hidup sesuai dengan fitrah masing-masing. Hak-hak dasar yang diberikan Allah Ta’ala seharusnya dapat dimiliki oleh semua orang. Kemerdekaan, yakni ketika seseorang memiliki hak dan tidak dijajah, dipersekusi, diancam, dan diserang.
Selain itu, kemerdekaan juga berarti mencari nafkah dan kesejateraan dengan baik. Tak hanya itu, kata dia, kemerdekaan yaknisaat seseorang menyuarakan isi hati tanpa menyakiti orang lain. "Kita punya hak untuk bisa menyuarakan apa yang menjadi pikiran kita, tapi dengan cara yang baik, itu kemerdekaan," ucapnya.
Yenny juga menjelaskan sosok KH Abdurrahman Wahid dalam membangun sikap merdeka kepada anak-anaknya. Gus Dur, kata dia, membebaskan anaknya untuk menjadi diri sendiri. Dalam mendidik sikap merdeka, Gus Dur hanya memberikan rambu-rambu dan mengajarkan konsekuensi.
Baca Juga:Kumpulan Joke Kocak Gus Dur, Lumayan Hilangkan Stres dan Ketegangan Pandemi