LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) Zannuba Ariffah Chapsoh atau akrab disapa
Yenny Wahid menilai kemerdekaan tak sekadar bebas dari penjajahan bangsa lain. Lebih dari itu, kemerdekaan yakni semua orang bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun akhirat.
"Hakikat kemerdekaan pada esensinya, semua manusia itu bisa mencari kebahagiaannya dalam hidup, sampai akhirnya nanti mendapatkan kebahagiaan hakiki di akhirat," ucap Yenny dalam diskusi daring Gus Dur dan Kemerdekaan di Era Disrupsi melalui akun instagram @wahidfoundation, dikutip Selasa (17/8/2021).
Baca Juga: Habib Luthfi: Generasi Muda Harus Teladani Pahlawan dalam Membangun BangsaKemerdekaan adalah hak setiap orang dalam mengatur diri untuk hidup sesuai dengan fitrah masing-masing. Hak-hak dasar yang diberikan Allah Ta’ala seharusnya dapat dimiliki oleh semua orang. Kemerdekaan, yakni ketika seseorang memiliki hak dan tidak dijajah, dipersekusi, diancam, dan diserang.
Selain itu, kemerdekaan juga berarti mencari nafkah dan kesejateraan dengan baik. Tak hanya itu, kata dia, kemerdekaan yakni saat seseorang menyuarakan isi hati tanpa menyakiti orang lain. "Kita punya hak untuk bisa menyuarakan apa yang menjadi pikiran kita, tapi dengan cara yang baik, itu kemerdekaan," ucapnya.
Yenny juga menjelaskan sosok
KH Abdurrahman Wahid dalam membangun sikap merdeka kepada anak-anaknya. Gus Dur, kata dia, membebaskan anaknya untuk menjadi diri sendiri. Dalam mendidik sikap merdeka, Gus Dur hanya memberikan rambu-rambu dan mengajarkan konsekuensi.
Baca Juga: Kumpulan Joke Kocak Gus Dur, Lumayan Hilangkan Stres dan Ketegangan PandemiSelain itu, andil sang ibu, Nyai Hj Sinta Nuriyah juga berperan besar dalam mendidik anak-anaknya. Sinta Nuriyah mengajarkan, merdeka berarti harus bisa mandiri dalam kehidupan. Nyai Sinta hanya seorang pejuang rumah tangga, namun beliau bisa mandiri dalam kehidupan.
"Dalam artian, beliau juga ikut mencari nafkah, beliau juga orang yang mandiri secara finansial. Bahkan kalau enggak ada support-nya ibu saya, mungkin Gus Dur susah jadi aktivis politik, karena ibu saya yang cari uang," ujarnya.
Baca Juga:
Bendera Merah Putih 1.000 Meter Dibentangkan di Laut Pantai Losari
Muhammadiyah Maknai HUT ke-76 RI: Kita Harus Bersatu Lagi(asf)