LANGIT7.ID, Jakarta - Almarhum Kiai Haji (KH) Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai tokoh agama dan politik yang kerap mengumbar humor. Kelakar yang dilontarkan segar, lucu, intelek, dan beberapa kali malah mengena telak ke pihak-pihak tertentu.
Presiden Keempat Republik Indonesia itu tidak lama memimpin bangsa yang kini berusia 76 tahun. Tercatat, Gus Dur naik singgasana kekuasaan mulai 20 Oktober 1999 hinga 24 Juli 2001. Terlalu banyak
joke, perkataan, hingga kebijakan yang kontroversial membuat Gus Dur dilengserkan lawan-lawan politiknya.
Namun, sosok yang lahir 4 Agustus 1940 di Desa Denanyar, Jombang, Jawa Timur, itu pun meninggalkan Istana Kepresidenan dengan legowo. Mengenakan celana pendek, Gus Dur melambaikan tangan meninggalkan hiruk pikuk kekuasaan. Baginya,
Gitu Aja Kok Repot.
Sebagai informasi, Gus Dur dialiri darah tokoh-tokoh besar Tanah Air. Ayahnya adalah pahlawan nasional Abdul Wahid Hasyim, sementara kakeknya, Mohammad Hasyim Asy'ari merupakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Gus Dur juga sempat memimpin organisasi tersebut secara aklamasi pada Muktamar ke-27 di Situbondo.
Dilihat dari karier kepemimpinan dan organisasi, wajar jika pemikiran-pemikiran Gus Dur sejatinya solusi yang dibutuhkan banyak orang. Namun, siapa sangka Gus Dur memiliki kemampuan mengundang gelak tawa. Orang dijamin terpingkal-pingkal sesaat mendengarkan guyonannya.
Berikut kumpulan guyonan dan keusilan Gus Dur yang mengocok perut dirangkum Tim Redaksi
Langit7.id:
1. Empat Presiden Gila IndonesiaPada suatu kesempatan, Gus Dur berkunjung ke Kuba dan bercerita kepada Fidel Castro. Gus Dur menyebutkan, semua presiden di Indonesia itu punya penyakit gila. Dengan berbahasa Inggris Gus Dur menyebutkan satu per satu alasannya tersebut.
"Presiden pertama itu gila perempuan. Presiden kedua itu presiden yang gila harta. Presiden ketiga, adalah presiden yang benar-benar gila," cerita Gus Dur.
Castro lantas bertanya, "Bagaimana dengan presiden ke-4?”
"Presiden ke-4 adalah presiden yang membuat orang menjadi gila. Itu saya, karena yang memilihnya pun orang-orang gila," jawab Gus Dur lalu keduanya tertawa.
Belum usai Castro tertawa, Gus Dur menyambungnya dengan pertanyaan, "Yang Mulia Presiden Castro termasuk yang mana?”
“Saya termasuk yang ketiga dan keempat," ucap Castro melanjutkan tawa.
2. Semua Milik AllahGus Dur pernah berkisah dalam ceramahnya di Tulungagung pada 2004. Ketika usianya masih muda dan menjadi santri di Tegalrejo Magelang (1957-1959). Saat itu, sama seperti santri pada umumnya, dia menyimak ajaran sang kiai yang memberi pesan segala yang ada di dunia dari ujung timur hingga barat milik Allah SWT.
Entah memang usil dari sejak kecil atau memang Gus Dur yang menyerap ilmu dari gurunya secara berlebihan, tidak ada yang tahu. Bermodalkan pesan ajaran dari sang kiai, pada malam hari bersama santri lain Gus Dur menyembelih kambing milik kiai.
Sialnya, aksi Ggus Dur dan kawan-kawannya diketahui penjaga pondok pesantren dan melaporkannya ke kiai. Melihat kejadian tersebut, kiai pun bertanya alasan dibalik penyembelihan kambing miliknya. Semua santri terdiam, kecuali satu orang. Dialah, Gus Dur.
"Ajaran kiai bahwa segala yang ada di dunia ini dari ujung Timur ke ujung Barat adalah milik Allah," ungkap Gus Dur. Lantas kiai menjawabnya dengan sedikit kesal, "Iya, benar tapi jangan kambing toh yang disembelih kan masih ada ayam," ujar kiai yang pusing menghadapi ulah Gus Dur.
3. Daging Paling Enak di DuniaDikutip dari nu.or.id, Gus Dur pernah bertemu dengan seorang Romo (panggilan untuk pastor) di sebuah pesawat. Keduanya satu pesawat dari Singapura menuju Jakarta. Dalam perjalanan, sang Romo memesan daging babi dan menawarkannya kepada Gus Dur.
"Gus, ini daging babinya enak lho," ujar Romo sambil menawarkan. Gus Dur jelas menolak tawaran itu, karena paham dengan aturan agamanya. "Maaf, saya tidak boleh makan daging babi," ucap Gus Dur.
"Waduh, sayang sekali. Padahal daging babi itu paling enak di dunia," ucap Romo menimpali. Gus Dur hanya diam tanpa menanggapi pembicaraan tersebut.
Usai mendarat di Jakarta, Gus Dur yang sudah ditunggu istrinya di gerbang kedatangan sambil iseng kembali memulai pembicaraan dengan Romo. "Romo saya sudah dijemput istri, istri Romo mana," tanya Gus Dur.
Seperti yang kita ketahui, Romo merupakan tokoh agama Katolik yang dalam aturan agamanya tidak boleh menikah. "Maaf Gus, saya tidak boleh punya istri," jawab Romo.
"Waduh sayang sekali, padahal itu adalah daging paling enak di dunia," balas Gus Dur.
4. NU Lama dan NU BaruGuyonan ini terjadi pada Ramadhan pertama setelah Soeharto lengser dari jabatan presiden. Gus Dur mendatangi kediamannya untuk berbuka bersama. Dalam kesempatan itu, Gus Dur juga ditemani Kiai Pardi Asrori.
Usai berbuka bersama dan salat Maghrib, Gus Dur lantas berpamitan. Namun, Soeharto menahannya agar bisa menjalankan Shalat Tarawih berjamaah. Lantas, Kiai Asrori diminta tinggal untuk memimpiin shalat, sementara Gus Dur tetap berpamitan.
Sebelum meninggalkan kediaman Soeharto, Gus Dur berpesan agar Kiai Asrori diberi penjelasan terlebih dahulu, apakah Shalat Tarawih menggunakan cara NU lama atau NU baru.
Dalam bingung Soeharto bertanya, "Memang kalau NU lama bagaimana cara shalatnya?” tanya Soeharto. "Kalau NU lama Tarawih dan Witirnya 23 rakaat," jawab Gus Dur.
"Kalau NU baru?" tanya Soeharto bingung. Dengan santainya Gus Dur menjawab, "Kalau NU baru Tarawihnya diskon 60 persen. Jadi Shalat Tarawih dan Witirnya tinggal 11 rakaat," jawab Gus Dur lalu tertawa.
5. Gus Dur DibohongiGus Dur terkenal sering tidur larut malam, sama seperti kebanyakan orang jenius yang kerjanya terlalu banyak berpikir. Karena alasan kesehatan dan keluarganya tidak ingin kondisi Gus Dur memburuk di usia tuanya, mereka sepakat menjaga pola tidur Gus Dur.
Keluarganya bersekongkol dengan asisten rumah tangga dengan perjanjian, jika Gus Dur bertanya soal jam tidur, maka semuanya harus kompak menjawab pukul 01.00 WIB.
Awalnya semua berjalan sesuai rencana, ketika Gus Dur bertanya "Jam berapa sekarang?". Semua kompak menjawab, "Pukul 01.00 WIB." Gus Dur pun bergegas tidur karena sudah larut.
Hal tersebut berlangsung beberapa waktu. Sampai suatu saat Gus Dur merasa ada yang tidak beres dengan keluarganya saat ditanya soal waktu. Dia pun membeli sebuah jam tangan yang ketika salah satu tombolnya ditekan, maka akan memberikan notifikasi waktu yang akurat.
Tanpa sepengatahuan keluarganya, Gus Dur yang memililki jam tangan baru itu pun lantas bertanya. "Jam berapa sekarang?” tanya Gus Dur. "Jam 01.00 WIB, Gus," jawab keluarganya kompak.
Sambil tersenyum Gus Dur menekan tombol di jam tangannya. Sontak terdengar suara notifikasi jam itu, "Sekarang pukul 11.00 (23.00) WIB,” terdengar suara dari jam itu dalam bahasa Inggris.
(asf)