Dear Santri, Ini Etika Menuntut Ilmu Berdasarkan Firman Allah
Andi Muhammad
Kamis, 20 Oktober 2022 - 23:48 WIB
Dear Santri, Ini Etika Menuntut Ilmu Berdasarkan Firman Allah. Foto: Langit7.id/iStock.
Menuntut ilmu wajib hukumnya dalam Islam, karena ilmu yang bermanfaat sangat berguna bagi santri dan seluruh umat muslim baik di dalam kehidupan sehari-hari ataupun di akhirat. Belajar tak memandang usia, sebab ilmu sendiri bermanfaat bagi setiap kalangan yang tak lekang oleh waktu.
Tak hanya ilmu agama saja, tapi para santri juga dibekali segudang ilmu pengetahuan yang baik dan mampu membawa mereka ke masa depan yang lebih cerah. Namun perlu diketahui, belajar atau menimba ilmu memiliki etika tersendiri dalam ajaran Islam.
Berikut etika menuntut ilmu dalam Islam berdasarkan dalil-dalil:
1. Bersunggsuh-sungguh
Hal yang pertama dan sangat penting dalam menuntut ilmu yakni dengan bersungguh-sungguh. Jika seseorang tidak bersungguh-sungguh, maka sesuatu yang dia pelajari akan sia-sia. Karena tidak menimbulkan rasa keingin tahuan yang tinggi, bahkan tidak jarang yang berhenti di tengah perjalanan menimba ilmu.
Oleh karena itu, rasa kesungguhan dalam memelajari sesuatu harus dimiliki sang penuntut ilmu. Terkait hal ini, Allah berfirman dalam Surat al-Kahfi ayat 60:
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا
Tak hanya ilmu agama saja, tapi para santri juga dibekali segudang ilmu pengetahuan yang baik dan mampu membawa mereka ke masa depan yang lebih cerah. Namun perlu diketahui, belajar atau menimba ilmu memiliki etika tersendiri dalam ajaran Islam.
Berikut etika menuntut ilmu dalam Islam berdasarkan dalil-dalil:
1. Bersunggsuh-sungguh
Hal yang pertama dan sangat penting dalam menuntut ilmu yakni dengan bersungguh-sungguh. Jika seseorang tidak bersungguh-sungguh, maka sesuatu yang dia pelajari akan sia-sia. Karena tidak menimbulkan rasa keingin tahuan yang tinggi, bahkan tidak jarang yang berhenti di tengah perjalanan menimba ilmu.
Oleh karena itu, rasa kesungguhan dalam memelajari sesuatu harus dimiliki sang penuntut ilmu. Terkait hal ini, Allah berfirman dalam Surat al-Kahfi ayat 60:
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا