9 Ciri Orang Tidak Dewasa Secara Emosional, Salah Satunya Agresif
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 07:31 WIB
Ilustrasi pria berlaku agresif. Foto: LANGIT7/iStock
Setiap orang tentu akan bertumbuh besar dan menjadi tua. Namun tidak semua orang memiliki pribadi yang bijaksana dan dewasa sesuai dengan usianya.
Untuk mengenali orang yang demikian, Pendakwah dan pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Yan Gymnastiar atau Aa Gym menjabarkan sembilan ciri-cirinya.
Pertama, memiliki kebiasaan menyalahkan orang lain. Menurut Aa Gym, orang yang belum dewasa itu biasanya tidak mau disalahkan, ia selalu merasa dirinya benar dan terus akan mencari orang lain yang dijadikan kambing hitam.
Baca juga: Mengenal Misophonia, Penyakit Emosional Akibat Dengar Suara Bising
"Tidak ada kesadaran bahwa keburukan itu diundang oleh dirinya sendiri. Dia lebih sibuk menyalahkan, kalau diberi tahu dia juga tidak suka dan tidak mau terima karena dia lebih suka sekali untuk mencari kambing hitam," ujar Aa Gym pada Kajian Pagi yang disiarkan secara langsung dari YouTube Aagym Official, Jumat (21/10/202).
Kedua, agresif menyerang orang. Selain menyalahkan orang dia juga memiliki sifat tidak sabaran. Jika orang bicara dia tidak sabar untuk mendengar sampai tuntas, dan dia juga suka memotong percakapan, kemudian menyerang.
"Dia suka sekali menyudutkan, mempermalukan dan membuat orang terpojok. Jadi lihat cara-caranya, suka tidak tahan mendengar orang bicara tuntas, suka ingin memotong kemudian mencari kekurangan kesalahannya dan menyerang secara agresif. Lalu, memiliki kepuasan kalau orang lain tidak sukses dan orang lain terpojok, serta dipermalukan. Ini sifat yang kekanak-kanakan, tidak boleh kita miliki," katanya.
Untuk mengenali orang yang demikian, Pendakwah dan pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Yan Gymnastiar atau Aa Gym menjabarkan sembilan ciri-cirinya.
Pertama, memiliki kebiasaan menyalahkan orang lain. Menurut Aa Gym, orang yang belum dewasa itu biasanya tidak mau disalahkan, ia selalu merasa dirinya benar dan terus akan mencari orang lain yang dijadikan kambing hitam.
Baca juga: Mengenal Misophonia, Penyakit Emosional Akibat Dengar Suara Bising
"Tidak ada kesadaran bahwa keburukan itu diundang oleh dirinya sendiri. Dia lebih sibuk menyalahkan, kalau diberi tahu dia juga tidak suka dan tidak mau terima karena dia lebih suka sekali untuk mencari kambing hitam," ujar Aa Gym pada Kajian Pagi yang disiarkan secara langsung dari YouTube Aagym Official, Jumat (21/10/202).
Kedua, agresif menyerang orang. Selain menyalahkan orang dia juga memiliki sifat tidak sabaran. Jika orang bicara dia tidak sabar untuk mendengar sampai tuntas, dan dia juga suka memotong percakapan, kemudian menyerang.
"Dia suka sekali menyudutkan, mempermalukan dan membuat orang terpojok. Jadi lihat cara-caranya, suka tidak tahan mendengar orang bicara tuntas, suka ingin memotong kemudian mencari kekurangan kesalahannya dan menyerang secara agresif. Lalu, memiliki kepuasan kalau orang lain tidak sukses dan orang lain terpojok, serta dipermalukan. Ini sifat yang kekanak-kanakan, tidak boleh kita miliki," katanya.