LANGIT7.ID - , Jakarta - Setiap orang tentu akan bertumbuh besar dan menjadi tua. Namun tidak semua orang memiliki pribadi yang bijaksana dan
dewasa sesuai dengan usianya.
Untuk mengenali orang yang demikian, Pendakwah dan pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Yan Gymnastiar atau
Aa Gym menjabarkan sembilan ciri-cirinya.
Pertama, memiliki kebiasaan menyalahkan orang lain. Menurut Aa Gym, orang yang belum dewasa itu biasanya tidak mau disalahkan, ia selalu merasa dirinya benar dan terus akan mencari orang lain yang dijadikan kambing hitam.
Baca juga: Mengenal Misophonia, Penyakit Emosional Akibat Dengar Suara Bising"Tidak ada kesadaran bahwa keburukan itu diundang oleh dirinya sendiri. Dia lebih sibuk menyalahkan, kalau diberi tahu dia juga tidak suka dan tidak mau terima karena dia lebih suka sekali untuk mencari kambing hitam," ujar Aa Gym pada Kajian Pagi yang disiarkan secara langsung dari YouTube Aagym Official, Jumat (21/10/202).
Kedua,
agresif menyerang orang. Selain menyalahkan orang dia juga memiliki sifat tidak sabaran. Jika orang bicara dia tidak sabar untuk mendengar sampai tuntas, dan dia juga suka memotong percakapan, kemudian menyerang.
"Dia suka sekali menyudutkan, mempermalukan dan membuat orang terpojok. Jadi lihat cara-caranya, suka tidak tahan mendengar orang bicara tuntas, suka ingin memotong kemudian mencari kekurangan kesalahannya dan menyerang secara agresif. Lalu, memiliki kepuasan kalau orang lain tidak sukses dan orang lain terpojok, serta dipermalukan. Ini sifat yang kekanak-kanakan, tidak boleh kita miliki," katanya.
Ketiga, tidak
jujur. Jadi hatinya mengatakan tidak suka, tetapi ia tetap mengatakan suka. Orang yang kurang matang jenis ini, mereka berbicara di depan dan belakang berbeda. Padahal harusnya bisa mengungkapkan isi hati, tetapi tentu dengan cara yang baik.
Baca juga: Anak Nyanyi Lagu Dewasa, Psikolog: Berdampak ke Cara PikirKeempat, suka melebih-lebihkan sesuatu atau mengecilkan. Ia selalu hiperbola ketika bicara, seperti ditambah-tambahkan, maupun dibesar-besarkan akhirnya tidak asli. Hal ini jika ketahuan maka akan jadi masalah.
"Maka itu, biasakan bicara akurat atau lengkap, tidak usahlah kita tambah-tambah supaya orang kagum, sebab nanti terungkap orang tidak akan lagi percaya sama kita," ucapnya.
Kelima, lebih suka dipahami daripada memahami. Orang yang belum dewasa tidak memahami orang yang tidak mengerti kondisi dirinya. Padahal, dia sendiri tidak berusaha memahami orang lain.
"Maunya dipahami, dimengerti tetapi dia sendiri tidak berusaha untuk memahami keadaan orang lain dan dia jengkel ketika orang tidak mengerti dirinya. Tetapi dia tidak merasa bersalah kalau dia tidak paham ke orang lain karena memang dia tidak berusaha memahami orang lain, ia ingin dipahami saja," tutur Aa Gym.
Keenam, pesimis. Orang ini selalu negatif thinking, suka berkeluh kesah dan melihat sesuatu dari kacamata negatif. Pikirannya tidak ada cerianya, selalu saja memandang sesuatu tidak dengan optimistik.
Ketujuh, tidak peka dengan keadaan atau perasaan orang lain. Ketika marah, ia selalu memilih kata-kata sesukanya, dan tidak peduli orang lain terluka hatinya atau tertekan dengan hal tersebut.
Baca juga: Biasa Terjadi pada Anak-Anak, Bisakah Tantrum Berlanjut hingga Dewasa?Kedelapan, kaku. Pikirannya tidak luas dan tidak bisa diajak berkompromi dengan jernih. Ia selalu berpendirian teguh, tetapi bukan yang objektif. "Jadi, ia kekeh dengan sesuatu dan merasa benar sendiri," jelas Aa Gym.
Kesembilan, tidak harmonis dengan sesama manusia. Meski orang yang dewasa harmonis dengan hewan atau benda kesayangan, namun tidak dengan keluarga atau orang di lingkungan terdekat.
"Dia merasa orang tidak ada yang benar. Padahal dengan manusialah sesungguhnya kita bisa merasakan silaturahim yang betul-betul indah, karena manusia punya perasaan,"pungkas Aa Gym.
(est)