home global news

Menag Dorong Rekontekstualisasi Islam Sesuai Konteks Kekinian dan Nilai Kemanusiaan

Jum'at, 21 Oktober 2022 - 13:00 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Istimewa.
Kementerian Agama berupaya mendorong rekontekstualisasi Islam agar sesuai dengan konteks kekinian dan nilai-nilai kemanusiaan. Ini menjadi penting supaya dapat membentuk cara berpikir dan mentalitas baru umat Islam seluruh dunia.

Melalui ajang Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS), Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, reaktualisasi Islam merupakan tantangan karena masih kuatnya otoritas wawasan Islam klasik. Bahkan ada pula anggapan sebagai standar ortodoksi Islam.

Baca juga: Kemenag Jelaskan Maksud 'Bersiul' dalam Aturan Kekerasan Seksual

"Dunia saat ini sedang di ambang kekacauan seiring dengan adanya perang, resesi global, kelangkaan energi dan pangan, serta pertentangan antaragama dan keyakinan yang masih saja terjadi. Sebagai manusia yang dianugerahi akal, kita tentu tidak boleh hanya diam. Kita harus memilih bagian mana yang bisa kita perbantukan bagiperadaban umat manusia,” kata Menag dalam siaran pers, dikutip Jumat (21/10/2022).

Menag Yaqut mengatakan, masih banyak pandangan menempatkan non-muslim sebagai musuh atau pihak yang harus dicurigai dan diwaspadai. Parahnya, terdapat pandangan non-muslim tidak memiliki kedudukan dan hak setara dengan muslim di berbagai ruang publik.

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagiakademisi, tidak hanya pada aspek pandangan keagamaan saja, tapi juga otoritas pandangan tersebut yang nyata berpengaruh secara luas dan membentuk cara berpikir dan mentalitas umat Islam seluruh dunia,” tutur Menag.

Proses-proses sosial politik, disebutkan juga sangat menentukan terwujudnya otoritas tersebut. Oleh karena itu, diperlukan bangunan strategi yang menggabungkan tiga elemen utama.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
yaqut cholil qoumas menag pandangan islam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya