45 Hari Menjabat, PM Inggris Liz Truss Putuskan Mundur
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 19:35 WIB
Liz Truss mundur dari PM Inggris. (Foto: AP/Frank Augstein)
Perdana Menteri Inggris, Liz Truss, mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (20/10). Pengunduran dirinya menjadikan Truss sebagai PM tercepat sepanjang sejarah dalam waktu 45 hari.
Dikutip dari The New York Times, Jumat (21/10/2022), Truss menyampaikan pernyataannya itu usai mendapat kritikan dan tekanan dari publik. Truss mundur di tengah desakan publik lantaran krisis yang masih menghantui Inggris pasca dia menjabat.
Baca Juga:Salah Kirim Email Dinas Pakai Akun Pribadi, Mendagri Inggris Mundur
"Mengingat situasinya, saya tidak dapat menyampaikan mandat yang saya pilih oleh Partai Konservatif," kata Truss saat mengumumkan pengunduran dirinya di Downing Street, London.
Liz bereksperimen dalam ekonomi trickle-down, yang justru membuat kekacauan keuangan dan politik. Salah satu kebijakan radikal Liz adalah agenda pemotongan pajak besar-besaran hingga 45 persen.
Hal itu mendapat penolakan dari anggota parlemen Partai Konservatif. Sejumlah agenda ekonomi Truzz juga dibatalkan oleh Menteri Keuangan Jeremy Hunt.
Baca Juga:Resesi Global Diprediksi Terjadi 2023, Ini Saran Ekonom
Dikutip dari The New York Times, Jumat (21/10/2022), Truss menyampaikan pernyataannya itu usai mendapat kritikan dan tekanan dari publik. Truss mundur di tengah desakan publik lantaran krisis yang masih menghantui Inggris pasca dia menjabat.
Baca Juga:Salah Kirim Email Dinas Pakai Akun Pribadi, Mendagri Inggris Mundur
"Mengingat situasinya, saya tidak dapat menyampaikan mandat yang saya pilih oleh Partai Konservatif," kata Truss saat mengumumkan pengunduran dirinya di Downing Street, London.
Liz bereksperimen dalam ekonomi trickle-down, yang justru membuat kekacauan keuangan dan politik. Salah satu kebijakan radikal Liz adalah agenda pemotongan pajak besar-besaran hingga 45 persen.
Hal itu mendapat penolakan dari anggota parlemen Partai Konservatif. Sejumlah agenda ekonomi Truzz juga dibatalkan oleh Menteri Keuangan Jeremy Hunt.
Baca Juga:Resesi Global Diprediksi Terjadi 2023, Ini Saran Ekonom