LANGIT7.ID, Jakarta -
Perdana Menteri Inggris, Liz Truss, mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (20/10). Pengunduran dirinya menjadikan Truss sebagai PM tercepat sepanjang sejarah dalam waktu 45 hari.
Dikutip dari
The New York Times, Jumat (21/10/2022), Truss menyampaikan pernyataannya itu usai mendapat kritikan dan tekanan dari publik. Truss mundur di tengah desakan publik lantaran krisis yang masih menghantui Inggris pasca dia menjabat.
Baca Juga: Salah Kirim Email Dinas Pakai Akun Pribadi, Mendagri Inggris Mundur"Mengingat situasinya, saya tidak dapat menyampaikan mandat yang saya pilih oleh Partai Konservatif," kata Truss saat mengumumkan pengunduran dirinya di Downing Street, London.
Liz bereksperimen dalam ekonomi
trickle-down, yang justru membuat kekacauan keuangan dan politik. Salah satu kebijakan radikal Liz adalah agenda pemotongan pajak besar-besaran hingga 45 persen.
Hal itu mendapat penolakan dari anggota parlemen Partai Konservatif. Sejumlah agenda ekonomi Truzz juga dibatalkan oleh Menteri Keuangan Jeremy Hunt.
Baca Juga: Resesi Global Diprediksi Terjadi 2023, Ini Saran EkonomMeski demikian, Liz mengatakan akan tetap menjabat sampai partai mendapatkan penggantinya pekan depan dan ditunjuk oleh Raja Charles III. "Saya seorang pejuang, bukan seorang yang mudah menyerah," ujar Truss, sehari setelah menyatakan pengunduran diri di parlemen.
Pengunduran diri Truzz menjadikannya sebagai PM Inggris tercepat sepanjang sejarah dengan waktu menjabat 45 hari. Sebelumnya, rekor itu dipegang George Canning dengan waktu menjabat 119 hari pada tahun 1827.
Baca Juga:
Pesan SBY Hadapi Situasi Global: Jangan Dianggap Remeh
Situasi Global Makin Memburuk, SBY Minta Pemimpin G20 Selamatkan Dunia
Chatib Basri: Indonesia Tak Akan Resesi tapi Pemerintah Perlu Antisipasi(asf)