home edukasi & pesantren

Era Digital, Santri Harus Berpikir Seperti saat Belajar Hadits

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 14:08 WIB
Ilustrasi santri di era digital yang memakai smartphone. Foto: LANGIT7/iStock
Guru Besar Filologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Oman Fathurahman mengatakan era digital menjadi tantangan para santri menghadapi derasnya arus informasi.

Saat di mana informasi berasal dari sumber tidak primer, pengasuh Pondok Pesantren Al Hamidiyah di Sawangan, Depok, Jawa Barat ini berharap para santri bisa mengembalikan cara berpikir, bersikap, danberperilaku.

Baca juga: Menag: Saat Indonesia Memanggil, Santri Selalu Siap

"Jadi dari sumber yang instan itu santri harus bisa mengembalikan cara berpikir, bersikap, dan berperilaku. Khususnya dalam merespon isu keagamaan dengan cara selalu melacak sumber informasi," kata Oman saat ditemui Langit7 di PPIM UIN Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut penulis buku Filologi Indonesia Teori dan Metode ini, kondisi saat ini seperti halnya saat santri belajar hadits. Di mana dalam hadits selalu melacak mulai darisanad, riwayat, hingga mencari siapa orang-orang yang meriwayatkan hadits tersebut.

"Nah, makanya dari situ mengapa ada hadits mutawatir, shahih, hasan, dhoif, atau bahkan ada hadits yang tertolak. Karena dalam tradisi Islam bagi para santri, satu informasi meski baik belum tentu itu hadits dari Nabi," jelasnya.

Lebih lanjut, Oman menegaskan bahwa melacak originalitas sebuah informasi itu penting. Kemudian, dalam konteks saat ini santri punya peran, serta tantangan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
hari santri santri visioner guru besar uin syarif hidayatullah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya