Demi Kemerdekaan Ekonomi, Para Muslimah Ini Tetap Berjualan di Tengah Pandemi
Mahmuda attar hussein
Selasa, 17 Agustus 2021 - 20:00 WIB
Ilustrasi usaha kuliner di masa pandemi. Foto: Langit7/Istock
eringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 berada pada masa krisis pandemi Covid-19. Ini menjadi beban bersama. Selain persoalan kesehatan, sektor perekonomian juga terimbas dampak yang cukup signifikan, terutama bagi pelaku UMKM.
Pemerintah pun akhirnya harus memperpanjang kembali PPKM Level 4,3, dan 2 di Jawa-Bali sampai Senin, 23 Agustus 2021. Namun hal itu tidak menyurutkan mental Dian Ayu, sebagai pelaku UMKM tetap menjalankan usahanya, Diva Bakso dan Mie Ayam di Jakarta.
Saat ini, usaha Dian hanya menyisakan dua karyawan saja akibat imbas pandemi. Pandemi memang menjadi momok bagi masyarakat, termasuk beberapa karyawannya. Meski begitu, Dian tetap berupaya mempertahankan usaha dengan memberikan pembatasan jam operasional dan hanya melayani pesan antar.
“Pada akhirnya karyawan yang sempat pulang kampung minta kerja kembali saat pembatasan sudah mulai dilonggarkan,” ujarnya seperti dilansir Antara, Selasa (17/8).
Baca juga:Dari Hobi, Muslim Asal Boyolali Ini Sukses Beternak Kenari Impor
Dia mengaku tetap bersyukur atas apa yang ia peroleh sekarang, meski memang pendapatan diakuinya mengalami penurunan. Bisnis yang ia rintis selama tiga tahun belakangan ini pun masih mampu bertahan dan tetap memberikan hak kepada para karyawannya.
Media sosial menjadi tempat pelarian usaha kulinernya. Berbagai menu yang ada ia pasarkan secara online. Selain itu, dengan strategi memberikan bonus kepada konsumen dan jasa ojek online (ojol) ia berharap meningkatkan engagement usahanya di tengah pandemi.
Pemerintah pun akhirnya harus memperpanjang kembali PPKM Level 4,3, dan 2 di Jawa-Bali sampai Senin, 23 Agustus 2021. Namun hal itu tidak menyurutkan mental Dian Ayu, sebagai pelaku UMKM tetap menjalankan usahanya, Diva Bakso dan Mie Ayam di Jakarta.
Saat ini, usaha Dian hanya menyisakan dua karyawan saja akibat imbas pandemi. Pandemi memang menjadi momok bagi masyarakat, termasuk beberapa karyawannya. Meski begitu, Dian tetap berupaya mempertahankan usaha dengan memberikan pembatasan jam operasional dan hanya melayani pesan antar.
“Pada akhirnya karyawan yang sempat pulang kampung minta kerja kembali saat pembatasan sudah mulai dilonggarkan,” ujarnya seperti dilansir Antara, Selasa (17/8).
Baca juga:Dari Hobi, Muslim Asal Boyolali Ini Sukses Beternak Kenari Impor
Dia mengaku tetap bersyukur atas apa yang ia peroleh sekarang, meski memang pendapatan diakuinya mengalami penurunan. Bisnis yang ia rintis selama tiga tahun belakangan ini pun masih mampu bertahan dan tetap memberikan hak kepada para karyawannya.
Media sosial menjadi tempat pelarian usaha kulinernya. Berbagai menu yang ada ia pasarkan secara online. Selain itu, dengan strategi memberikan bonus kepada konsumen dan jasa ojek online (ojol) ia berharap meningkatkan engagement usahanya di tengah pandemi.