Tak Hanya Ibnu Sina, Ini Para Ilmuwan Kedokteran Hebat dalam Sejarah Islam
Muhajirin
Senin, 24 Oktober 2022 - 16:44 WIB
ilustrasi (foto: istimewa)
Masa keemasan peradaban Islam terbentang antara abad ke-8 hingga abad ke-15. Pada masa itu, bidang ilmu pengetahuan berkembang pesat. Salah satunyakedokteran Islam.
Inti dari kedokteran Islam adalah kepercayaan terhadap Al-Qur'an dan hadits, yang menyatakan setiap muslim memiliki tugas merawat yang sakit. Rasulullah pun telah mewasiatkan, Allah menetapkan obat bagi setiap penyakit. Seorang muslim pun diperintahkan untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
Tokoh terbesar dalam sejarah kedokteran Islam adalah Ibnu Sina. Dia digelari Medicorum Principal oleh tradisi kedokteran Eropa Klasik. Ibnu Sina menulis banyak buku tentang kedokteran, seperti al-Qanun fi at-Tibb (Prinsip-prinsip Kedokteran).
Selain Ibnu Sina, tercatat banyak dokter hebat dalam sejarah peradaban Islam, di antaranya:
1. Muhammad Bin Zakariya Ar-Razi, Penemu Penyakit Cacar
Muhammad bin Zakariya Ar-Razi merupakan salah satu pakar sains yang ahli dalam bidang kedokteran, filsafat, dan alkimia. Dia diakui sebagai tokoh penting dalam sejarah kedokteran. Dia menjadi orang pertama yang secara klinis membedakan antara cacar dan campak.
Inti dari kedokteran Islam adalah kepercayaan terhadap Al-Qur'an dan hadits, yang menyatakan setiap muslim memiliki tugas merawat yang sakit. Rasulullah pun telah mewasiatkan, Allah menetapkan obat bagi setiap penyakit. Seorang muslim pun diperintahkan untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
Tokoh terbesar dalam sejarah kedokteran Islam adalah Ibnu Sina. Dia digelari Medicorum Principal oleh tradisi kedokteran Eropa Klasik. Ibnu Sina menulis banyak buku tentang kedokteran, seperti al-Qanun fi at-Tibb (Prinsip-prinsip Kedokteran).
Selain Ibnu Sina, tercatat banyak dokter hebat dalam sejarah peradaban Islam, di antaranya:
1. Muhammad Bin Zakariya Ar-Razi, Penemu Penyakit Cacar
Muhammad bin Zakariya Ar-Razi merupakan salah satu pakar sains yang ahli dalam bidang kedokteran, filsafat, dan alkimia. Dia diakui sebagai tokoh penting dalam sejarah kedokteran. Dia menjadi orang pertama yang secara klinis membedakan antara cacar dan campak.