Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home sosok muslim detail berita

Tak Hanya Ibnu Sina, Ini Para Ilmuwan Kedokteran Hebat dalam Sejarah Islam

Muhajirin Senin, 24 Oktober 2022 - 16:44 WIB
Tak Hanya Ibnu Sina, Ini Para Ilmuwan Kedokteran Hebat dalam Sejarah Islam
ilustrasi (foto: istimewa)
LANGIT7.ID - Masa keemasan peradaban Islam terbentang antara abad ke-8 hingga abad ke-15. Pada masa itu, bidang ilmu pengetahuan berkembang pesat. Salah satunya kedokteran Islam.

Inti dari kedokteran Islam adalah kepercayaan terhadap Al-Qur'an dan hadits, yang menyatakan setiap muslim memiliki tugas merawat yang sakit. Rasulullah pun telah mewasiatkan, Allah menetapkan obat bagi setiap penyakit. Seorang muslim pun diperintahkan untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

Tokoh terbesar dalam sejarah kedokteran Islam adalah Ibnu Sina. Dia digelari Medicorum Principal oleh tradisi kedokteran Eropa Klasik. Ibnu Sina menulis banyak buku tentang kedokteran, seperti al-Qanun fi at-Tibb (Prinsip-prinsip Kedokteran).

Selain Ibnu Sina, tercatat banyak dokter hebat dalam sejarah peradaban Islam, di antaranya:

1. Muhammad Bin Zakariya Ar-Razi, Penemu Penyakit Cacar

Muhammad bin Zakariya Ar-Razi merupakan salah satu pakar sains yang ahli dalam bidang kedokteran, filsafat, dan alkimia. Dia diakui sebagai tokoh penting dalam sejarah kedokteran. Dia menjadi orang pertama yang secara klinis membedakan antara cacar dan campak.

Baca Juga: Perkembangan Ilmu Kedokteran dalam Sejarah Islam, Lahirnya Dokter Muslim Hebat

Dia juga menemukan penjelasan dan pengobatan terkait penyakit cacar yang kemudian dibukukan berjudul Al-Judari wal-Hasbah.

Pencapaian lain Ar-Razi adalah menemukan penyakit alergi asma dan menjadi ilmuwan pertama yang mengulas mengenai alergi dan imunologi. Selain itu, dia dikenal sebagai dokter pertama yang menjelaskan tentang demam sebagai sebuah imun tubuh untuk melindungi diri.

Tak hanya itu, Ar-Razi berperang penting sebagai pembuat peralatan kedokteran seperti tabung, spatula, dan mortar. Dia juga aktif mengembangkan berbagai obat-obatan yang berasal dari raksa. Selain menjadi penemu penyakit, Ar-Razi mencetuskan etika kedokteran.

2. Abul Qasim Az-Zahrawi, Bapak Ilmu Bedah Modern

Abul Qasim Khalaf ibn al-Abbas az-Zahrawi dikenal dunia Barat sebagai Abulcasis dengan karya berjudul Al-Tasrif Liman Ajiza an-at-Ta'lif. Dia kemudian dikenal sebagai pelopor bedah modern dan dijuluki sebagai Bapak Ilmu Bedah Modern.

Az-Zahrawi merupakan ilmuwan yang menemukan catgut atau benang bedah yang terbuat dari usus kambing atau sapi. Benang itu bisa diterima oleh tubuh manusia. Dia juga menemukan puluhan peralatan bedah yang belum pernah ada pada masanya.

Baca Juga: Sejarah Perkembangan Ilmu Kedokteran Era Peradaban Islam

Dia menemukan pisau bedah, sendok bedah, pengait, dan masih banyak lagi. berbagai penemuan itu membuat Al-Zahrawi sangat masyhur di Eropa. Bahkan dokter dari berbagai negara di Eropa datang untuk belajar kepadanya.

3. Ibnu Al-Nafis, Bapak Fisiologi Peredaran Darah

Ibnu al-Nafis dikenal sebagai orang pertama yang menggambarkan sirkulasi pulmonal atau sirkulasi paru, yaitu sirkulasi darah dari jantung menuju paru-paru dan sebaliknya. Berkat penemuan itu, dia dijuluki sebagai Bapak Fisiologi Peredaran Darah atau Sirkulasi.

Sebagai salah satu ahli anatomi paling awal, Ibnu al-Nafis melakukan beberapa praktik pembedahan manusia yang menghasilkan berbagai penemuan penting di bidang fisiologi dan anatomi. Dia juga menemukan sirkulasi koroner. Dia menjelaskan, nutrisi untuk jantung akan diekstraksi dari arteri koroner.

Selain penemuan tentang sirkulasi paru dna koroner, Ibnu Al-Nafis juga memberikan wawasan awal tentang sirkulsai kapiler, praktik diseksi, urlogi, pembedahan, dan metabolisme.

Baca Juga: Sejarah Perkembangan Ilmu Kedokteran Era Peradaban Islam

Karya Ibnu al-Nafis di bidang kedokteran diperkirakan mencapai 110 jilid. Beberapa di antaranya adalah The Comprehensive Book on Medicine, Commentary on Anatomy in Ibn Sina's, Canon Commentary on Hippocrates "Nature of Man", dan Commentary on Endemics.

4. Abu Zaid Al Balkhi, Kenalkan Konsep Kesehatan Mental

Abu Zaid al-Balkhi adalah seorang polymath muslim abad ke-9. Karya Al-Balkh paling terkenal adalah Masalih al-Abdan wa al-Anfus (rezeki untuk tubuh dan jiwa). Dalam naskah monumental ini, dia membahas kesehatan fisik dan juga menyelidiki bidang kejiwaan.

Al-Balkhi membuat hubungan antara pikiran dan tubuh, dengan kesehatan masing-masing memiliki konsekuensi yang signifikan. Tubuh yang sakit akan menghalangi aktivitas mental melakukan tugas dengan benar. Saat jiwa menderita, tubuh akan kehilangan kemampuan alami untuk menikmati kesenangan sehingga tertekan dan terganggu.

Dia juga mengungkapkan tentang realitas penyakit psikosomatis, di mana penyakit psikologis dapat menyebabkan penyakit dalam tubuh. Temuan ini lalu dibahas dalam karya dokter Persia Haly Abbas.

Mengenai penyakit psikologis itu, Al-Balkhi juga membahas metode penyembuhannya. Dia menganjurkan penggunaan terapi bicara yang kemudian hari dikenal sebagai psikoterapi. Dia juga menganjurkan terapi musik dan aktivitas lain yang bisa menghangatkan psikologis seseorang.

Baca Juga: Dikembangkan Inggris, Vaksin Cacar Pertama Kali Diciptakan Turki Utsmani

Al-Balkhi membuat hubungan yang sekarang tersebar luas dan diterima antara pikiran dan tubuh, dengan kesehatan masing-masing memiliki konsekuensi yang signifikan di sisi lain.

“Ketika tubuh sakit, itu akan menghalangi pembelajaran (dan aktivitas mental lainnya), atau melakukan tugas dengan cara yang benar. Dan ketika jiwa menderita, tubuh akan kehilangan kemampuan alaminya untuk menikmati kesenangan dan akan menemukan hidupnya menjadi tertekan dan terganggu," kata Al-Balkhi.

Al-Balkhi juga mengungkapkan tentang realitas penyakit psikosomatis, di mana penyakit psikologis dapat menyebabkan penyakit dalam tubuh. Temuan ini kemudian dibahas dalam karya dokter Persia Haly Abbas.

Dalam pembahasan mengenai penyakit psikologis ini, Al-Balkhi juga membahas metode penyembuhannya. Dia menganjurkan penggunaan terapi bicara yang kemudian disebut dengan gagasan psikoterapi, berbicara dengan lembut dan membawa kembali kebahagiaan.

Al-Balkhi juga menganjurkan terapi musik dan aktivitas lain yang mungkin menghangatkan keadaan psikologis seseorang. Bahkan, dia sudah menguraikan beberapa penyebab penyakit psikologis seperti stress dan depresi.

5. Ibnu Sina

Ibnu Sina sudah dikenal masyarakat luas sebagai Bapak Kedokteran Modern. Karya Ibnu Sina di bidang kedokteran bahkan masih relevan sampai sekarang. Bukunya berjudul al-Qanun fi at-Tibb (Prinsip-prinsip Kedokteran) menjadi rujukan utama dunia kedokteran Eropa hingga pertengahan abad ke XVII.

Pada usia 16 tahun, Ibnu Sina mulai mempelajari ilmu kedokteran. Saat itu pula, Sultan Bukhara jatuh sakit dan tidak ada satupun tabib istana yang mampu mengobati. Ibnu Sina lalu dipanggil untuk mengobati sang raja. Di luar dugaan, dia berhasil melaksanakan tugas.

Baca Juga: Ganja Medis dalam Risalah Kedokteran Ibnu Sina

Sebagai bentuk terimakasih, Sultan mengizinkan Ibnu Sina mengakses perpustakaan Samanid, yang kemudian memperluas cakrawala dan pengetahuannya.

Memasuki usia 21 tahun, Ibnu Sina mulai aktif menuliskan pemikirannya. Tidak kurang dari 240 karya mencakup berbagai bidang, mulai dari matematika, fisika, astronomi, musik, dan puisi yang telah dihasilkan.

6. Ibnu Rusyd

Ibnu Rusyd merupakan perintis ilmu jaringan tubuh (histologi). Karyanya di bidang kedokteran paling terkenal adalah al-Kulliyatul fi at-Tibb (kedokteran umum). Dalam buku ini, dijelaskan seseorang tidak akan terjangkit penyakit cacar dua kali. Dia juga menjelaskan fungsi retina.

Secara garis besar, buku tersebut berisi prinsip umum yang bekerja di dalam tubuh, baik ketika sehat maupun sakit. Al-Kulliyat diterjemahkan ke dalam bahasa latin pada abad ke-12 dengan judul Colliget. Kitab ini juga digunakan sebagai buku wajib bagi dokter-dokter Eropa selama berabad-abad.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan