Presiden Minta Nama Obat Sirup Penyebab Gangguan Ginjal Diumumkan
Fajar adhitya
Selasa, 25 Oktober 2022 - 04:00 WIB
Presiden Joko Widodo saat menggelar rapat bersama sejumlah menteri (foto: Setkab)
Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada menteri-menterinya agar secara serius menangani kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak. Dia mengintsruksikan Menteri Kesehatan dan BPOM agar melengkapi nama-nama obat yang menjadi penyebab gangguan.
“Saya kira akan lebih bagus lagi kalau diumumkan, diinformasikan secara luas mengenai nama produknya,” ungkap Presiden, Senin (25/10/2022) dalam rapat internal di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat.
Presiden juga meminta BPOM untuk menarik dan menghentikan peredaran obat sirup yang secara eviden terbukti mengandung bahan obat penyebab gangguan ginjal. Dia meminta hasil investigasi diumumkan secara terbuka, transparan, tapi juga hati-hati dan objektif.
Baca juga:BPOM: 133 Obat Sirop Aman Dikonsumsi, Ini Daftarnya
Arahan lainnya, Presiden meminta Kementerian Kesehatan untuk melakukan eksplorasi terhadap seluruh faktor risiko penyebab kasus gagal ginjal. Baik dari sumber obat-obatan maupun potensi penyebab lainnya.
“Ini harus kita pastikan betul. Uji klinis harus dilakukan. Laboratorium seluler pada organ ginjal yang terdampak juga betul-betul dilihat betul sehingga kita bisa memastikan apa yang menjadi penyebab dari gagal ginjal terutama pada anak,” ujar Presiden.
Terakhir, Presiden menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan pelayanan kesehatan termasuk pengadaan obat-obatan yang dapat mengatasi dan menangani masalah gagal ginjal di tanah air.
“Saya kira akan lebih bagus lagi kalau diumumkan, diinformasikan secara luas mengenai nama produknya,” ungkap Presiden, Senin (25/10/2022) dalam rapat internal di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat.
Presiden juga meminta BPOM untuk menarik dan menghentikan peredaran obat sirup yang secara eviden terbukti mengandung bahan obat penyebab gangguan ginjal. Dia meminta hasil investigasi diumumkan secara terbuka, transparan, tapi juga hati-hati dan objektif.
Baca juga:BPOM: 133 Obat Sirop Aman Dikonsumsi, Ini Daftarnya
Arahan lainnya, Presiden meminta Kementerian Kesehatan untuk melakukan eksplorasi terhadap seluruh faktor risiko penyebab kasus gagal ginjal. Baik dari sumber obat-obatan maupun potensi penyebab lainnya.
“Ini harus kita pastikan betul. Uji klinis harus dilakukan. Laboratorium seluler pada organ ginjal yang terdampak juga betul-betul dilihat betul sehingga kita bisa memastikan apa yang menjadi penyebab dari gagal ginjal terutama pada anak,” ujar Presiden.
Terakhir, Presiden menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan pelayanan kesehatan termasuk pengadaan obat-obatan yang dapat mengatasi dan menangani masalah gagal ginjal di tanah air.